PRAMUKA.ID – Ponorogo, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., resmi melantik Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Ponorogo Masa Bakti 2026–2031 pada Selasa (30/6/2026) di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo. Pada kesempatan yang sama juga dilantik Pengurus Kwartir Cabang serta Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Ponorogo yang disaksikan unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah, Kwartir Ranting, dan Gugus Depan se-Kabupaten Ponorogo.
Mengawali sambutannya Kak Arum menyampaikan salam dari Ibu Gubernur Jawa Timur Kakak Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa,M.Si. selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, bahwa Pramuka Ponorogo adalah Pramuka yang menjunjung tinggi kesehatan, kebahagiaan dan terus menebar manfaat di semua kalangan.
Dalam sambutannya, Kak Arum Sabil menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremonial atau pergantian kepengurusan organisasi, melainkan momentum untuk menitipkan masa depan Gerakan Pramuka Ponorogo kepada para pemimpin yang menerima amanah. Menurutnya, kepengurusan yang baru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, media sosial, dan kompetisi global. Di balik berbagai peluang tersebut, muncul tantangan serius seperti menurunnya interaksi sosial, krisis keteladanan, perundungan, penyalahgunaan teknologi, narkoba, hingga memudarnya semangat nasionalisme dan gotong royong. Di sisi lain, Indonesia juga sedang menikmati bonus demografi yang harus dimanfaatkan melalui pembangunan karakter generasi muda.
Karena itu, Kak Arum menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran yang semakin strategis. “Pramuka hadir bukan hanya untuk mengajarkan cara mendirikan tenda atau membuat simpul, tetapi hadir untuk menumbuhkan kepedulian di tengah menguatnya sikap individualistis, menumbuhkan gotong royong di tengah kompetisi, serta menumbuhkan cinta tanah air di tengah arus globalisasi,” ujarnya. Menurutnya, Pramuka juga bertugas mencetak pemimpin masa depan yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa pengabdian.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010, Gerakan Pramuka merupakan satu-satunya organisasi pendidikan nonformal yang secara khusus menyelenggarakan pendidikan karakter bagi generasi muda. Oleh karena itu, pembangunan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab Pramuka, melainkan juga pemerintah, keluarga, sekolah, dan seluruh komponen bangsa, termasuk melalui dukungan fasilitas serta pembiayaan dari APBN maupun APBD.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Arum juga mengapresiasi Ponorogo sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang tentang keberanian, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai yang diwariskan Bathara Katong serta filosofi Reog Ponorogo yang mengajarkan keberanian, disiplin, kerja sama, dan ketangguhan dinilai sangat selaras dengan Satya dan Darma Pramuka, sehingga menjadi modal besar bagi Kwarcab Ponorogo untuk menjadi salah satu kwartir cabang terdepan di Jawa Timur.
Kak Arum juga memperkenalkan arah kebijakan Pramuka Produktif, yaitu gerakan yang mendorong Pramuka agar tidak hanya aktif berkegiatan, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Program tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan strategis, seperti renovasi 1.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penguatan ketahanan pangan, pemanfaatan energi terbarukan, kepedulian terhadap lingkungan, edukasi melalui film pendek layanan masyarakat, hingga Perkemahan Wirakarya yang melibatkan Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengabdi langsung di tengah masyarakat.
Secara khusus, ia mengajak seluruh Gugus Depan, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, Saka, dan Sako di Jawa Timur, terutama di Kabupaten Ponorogo, untuk menggelorakan gerakan “Satu Gugus Depan, Satu Renovasi Rumah” sebagai upaya mewujudkan target renovasi 1.000 RTLH pada tahun 2026. Menurutnya, apabila seluruh elemen Gerakan Pramuka bergerak bersama, Pramuka akan semakin besar bukan hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Pelantikan tersebut menjadi awal komitmen bersama antara Majelis Pembimbing Cabang, Kwartir Cabang, dan seluruh jajaran Gerakan Pramuka Ponorogo untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat Pramuka Produktif, Gerakan Pramuka diharapkan semakin relevan dalam menjawab tantangan zaman dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berkarakter, dan berdaya saing.
Pewarta: Pusdatin Kwarda Jatim



















