JAKARTA – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka secara maraton melaksanakan rangkaian kegiatan Visitasi dan Monitoring implementasi program Ticket to Life (TTL). Rangkaian evaluasi ini menyasar sejumlah pangkalan pasukan (Troop) yang berada di Bantul dan Cianjur.
Rangkaian visitasi diawali di wilayah Kwarda D.I. Yogyakarta pada Jumat, 5 Juni 2026. Tim Monitoring Kwarnas mengunjungi Pasukan TTL Sultan Agung yang berpangkalan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Bantul.
Kehadiran Koordinator Ticket to Life Nasional, Kak Bambang Sasongko, disambut langsung oleh Pembina Pasukan TTL Sultan Agung, Kak Sarjita, serta jajaran Andalan Daerah urusan Abdimas dan Pramuka Peduli Kwarda DIY, yaitu Kak Dra. Shavitri Nurmala Dewi, M.A. dan Kak Sigit Alifianto, S.E.
Setelah dari Yogyakarta, tim melanjutkan monitoring ke wilayah Kwarda Jawa Barat pada 9-10 Juni 2026. Di Cianjur, visitasi berfokus pada dua pangkalan binaan, yaitu Pasukan TTL Kujang Sinatra yang berpangkalan di Lapas Kelas II B Cianjur di bawah asuhan Kak Kristiono Tripriadi, serta Pasukan TTL Jawara Masagi di Cibeber yang dibina oleh Kak Rinna Handayati. Acara seremoni pembukaan di Jawa Barat ini dipusatkan di kantor Kwarcab Gerakan Pramuka Cianjur.
Program TTL sendiri merupakan inisiatif global dari Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia (World Organization of the Scout Movement/WOSM). Program ini berfokus untuk meningkatkan harkat, martabat, dan kemandirian anak-anak dari keluarga kurang mampu atau keluarga bermasalah melalui pendidikan nonformal kepramukaan. Di Indonesia, program yang didukung dana hibah APR WOSM ini berjalan di 11 Troop yang tersebar di 5 Kwartir Daerah.
Kegiatan visitasi dan monitoring ini dilaksanakan sebagai relung koordinasi dan asistensi bagi Troop Leader (TL) Pasukan Pangkalan TTL di wilayah masing-masing. Langkah ini juga menjadi sarana krusial untuk mengetahui langsung output serta outcome dari implementasi program TTL yang berjalan di Indonesia.


















