PRAMUKA.ID – Hari ini, 5 Juni 2026, dunia sedang meneriakkan satu seruan yang sama: “Now For Climate!” untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Krisis iklim bukan lagi cerita masa depan atau urusan generasi nanti.
Sebagai anggota Gerakan Pramuka, kita punya modal besar. Mengapa? Karena kecintaan pada alam sudah kita kenal dan diamalkan sejak mengucapkan Dasa Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Lalu, bagaimana cara konkret kita merespons tema Now For Climate hari ini?
Di level internasional, WOSM (World Organization of the Scout Movement) lewat inisiatif Earth Tribe terus menantang kita menjadi agen perubahan. Di level nasional, Kwartir Nasional selalu menekankan pentingnya Pramuka peduli lingkungan.
Yuk, kita bedah aksi nyata yang bisa kamu lakukan sekalian untuk menyelesaikan syarat kecakapanmu sebagai anggota Gerakan Pramuka!
Aksi Nyata “Now For Climate” untuk Anggota Pramuka
Mulai dari Siaga yang ceria sampai Penegak/Pandega yang kritis, semua punya porsi untuk bergerak. Ini dia panduannya:
- Pramuka Siaga
Untuk adik-adik Siaga, langkah kecil di rumah adalah kontribusi besar bagi iklim. Mematikan lampu yang tidak dipakai dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai adalah aksi nyata Now For Climate. Adik siaga perlu kita pahamkan bahwa mereka juga sebagai bagian dari masyarakat yang akan tumbuh dan menjadi pemanfaat dari kelestarian alam yang ikut dijaga.
Ini tercantum juga dalam SKU Siaga Mula (Butir 24): Dapat memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna atau satu macam hewan piaraan selama 1 bulan.” (Merawat tanaman membantu menyerap karbon!). Juga dalam SKK Pengatur Rumah: Melatih Siaga menata lingkungan rumah yang bersih, sehat, dan hemat energi.
- Pramuka Penggalang
Adik-adik Penggalang bisa melangkah lebih jauh dengan melakukan aksi pemberihan lingkungan dan mulai memahami konsep jejak karbon (carbon footprint). Adik Penggalang tumbuh di tahapan untuk mempelajari dirinya menjadi dewasa. Proses transfer pengetahuan tentang kebenaran menjaga lingkungan tetap lestari dengan kondisi nyata di masyarakat di sekitar mereka yang sering kali masih merusak lingkungan adalah poin pentingnya. Mereka harus terus berkembang menjadi anggota yang kuat secara pengetahuan dan sadar bahwa mereka bisa melakukan aksi nyata yang berimbas.
Ini tercantum dalam SKU Penggalang Ramu (Butir 22): Dapat mengenal dan memilah sampah. Ini krusial karena dekomposisi sampah yang salah menghasilkan gas metana yang merusak iklim. Juga ada dalam SKK Penghijau / SKK Juru Kebun: Menanam pohon di sekitar sanggar atau rumah sebagai langkah konkret menyerap emisi karbon.
- Pramuka Penegak dan Pandega
Sebagai Pramuka Penegak dan Pandega, aksi kita harus berbasis solusi dan edukasi. Penegak dan Pandega adalah motor penggerak kampanye Now For Climate di media sosial maupun di masyarakat. Dari segi penguasaan dan kesiapan sesuai era digitalisasi, anggota ini sudah siap menjadi “influencer” dengan memanfaatkan daya cipta mereka dengan memanfaatkan arus digital. Mereka hadir dan tumbuh di dunia digital dan dengan kesadaran akan peran iklim terhadap keberlangsungan bumi, maka aksi nyata mereka sangat punya peran besar untuk “mem-blow-up” bahwa masyarakat luas dan generasi seusianya untuk lebih mawas diri terhadap kondisi iklim saat ini.
Peran ini juga dapat dikembangkan karena juga tercantum dalam butir poin SKU dan SKK. Ini tercantum dalam SKU Penegak Bantara (Butir 13): Dapat menggunakan, memelihara, dan peduli terhadap alat teknologi tepat guna. (Contoh: membuat komposter mini, atau instalasi panel surya sederhana di tempat berkemah). Juga pada SKK Penyelamat Lingkungan/SKK Penyelamat Alam: Menjadi pelopor dalam aksi mitigasi bencana perubahan iklim di tingkat ranting atau cabang.
Sesuai pesan dari WOSM bahwa perubahan iklim tidak menunggu kita siap. Setiap aksi keberlanjutan yang kita lakukan hari ini adalah investasi agar bumi tetap bisa dihuni besok. Be an Eco-Warrior, not an eco-worrier! Oleh karena itu, di Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 ini, yuk, kita semua bergerak untuk mengamalkan aksi nyata menjadikan Pramuka Banyumas, Pramuka Indonesia bergerak #NowForClimate!
Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan.
Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026!

















