PRAMUKA.ID, Padang (21/05/26) – Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat kembali menghadirkan materi penting terkait pembinaan Pramuka Penggalang. Pada sesi tersebut, Kak Elnanita memberikan pembekalan bertajuk “Dunia Penggalang” yang membahas karakteristik usia peserta didik, jenjang tingkatan, seragam, hingga tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.
Materi ini menjadi salah satu fondasi utama bagi calon pembina Pramuka, khususnya mahasiswa PGSD yang nantinya akan berhadapan langsung dengan peserta didik usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat. Dalam pemaparannya, Kak Elnanita menegaskan bahwa seorang pembina harus memahami dunia remaja penggalang secara utuh agar proses pendidikan kepramukaan berjalan efektif dan menyenangkan.
“Penggalang berada pada fase pencarian jati diri, senang berkelompok, aktif, penuh tantangan, dan mulai memiliki daya kritis yang tinggi. Karena itu pembina harus mampu menjadi sahabat, motivator, sekaligus teladan,” jelasnya.
Ia juga memaparkan tentang jenjang tingkatan dalam Pramuka Penggalang yang terdiri dari Penggalang Ramu, Rakit, dan Terap sebagai tahapan pembentukan karakter dan keterampilan anggota muda Gerakan Pramuka. Selain itu, peserta KMD diberikan pemahaman detail mengenai penggunaan seragam Pramuka yang benar serta fungsi tanda pengenal sebagai identitas, penghargaan, dan simbol capaian anggota Pramuka.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak memahami penerapan pembinaan Penggalang di lapangan. Materi ini dinilai sangat relevan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pembina Pramuka yang profesional dan memahami psikologi peserta didik.
Kegiatan KMD sendiri merupakan bagian dari upaya membentuk calon pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan pembinaan karakter melalui pendidikan kepramukaan.
Pewarta : Febriandes





















