PRAMUKA.ID – Ponorogo, Brigade Penolong 13.02 Kwarcab Ponorogo, Kwarda Jawa Timur menggelar latihan simulasi bencana gempa bumi dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Sabtu 25 April 2026. Kegiatan dipusatkan di lingkungan Kwarcab Ponorogo dan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Simulasi ini melibatkan kolaborasi tiga unsur, yakni 30 anggota BP 13.02, 15 anggota Dewan Kerja Cabang Ponorogo, dan 50 anggota Dewan Kerja Ranting se-Kwarcab Ponorogo. Total 95 peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang digelar secara tertib, lancar, dan aman.
Ketua BP 13.02 Kwarcab Ponorogo, Kak Naryun, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Kwartir Nasional. Dalam sesi briefing, ia menyampaikan tujuan utama simulasi adalah membentuk kesiapan mandiri setiap anggota Pramuka. “Ketika gempa terjadi, kita tidak boleh panik. Setiap anggota BP 13.02 dan Pramuka Ponorogo harus paham tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” tegas Kak Naryun.
Materi inti disampaikan langsung oleh Kak Naryun tentang simulasi tanggap bencana gempa bumi. Peserta dibekali pengetahuan praktis mulai dari teknik berlindung saat gempa, prosedur evakuasi cepat, hingga cara meminimalisir risiko korban. Pendekatan materi disesuaikan dengan karakter wilayah Ponorogo yang memiliki potensi gempa.
Salah satu sesi penting dalam simulasi adalah praktik menentukan titik kumpul aman. Seluruh peserta diajak memetakan jalur evakuasi dan menyepakati lokasi berkumpul jika gempa bumi terjadi di lingkungan Kwarcab. Latihan ini penting untuk menghindari kepanikan massal dan mempercepat pendataan saat kondisi darurat.
Sinergi antara BP 13.02, DKC, dan DKR menjadi kekuatan utama kegiatan ini. Keterlibatan Dewan Kerja sebagai unsur Pramuka Penegak dan Pandega diharapkan mampu memperluas semangat kesiapsiagaan bencana ke seluruh Gudep dan Kwartir Ranting di Ponorogo.
Kak Naryun menambahkan, Pramuka harus menjadi teladan dalam mitigasi bencana. “Salam Pramuka, Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan harus kita wujudkan dengan aksi. BP 13.02 siap menjadi garda terdepan membantu masyarakat saat bencana datang,” ujarnya.
Dengan suksesnya simulasi ini, BP 13.02 Kwarcab Ponorogo menunjukkan komitmen Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam mendukung budaya sadar bencana. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Pramuka tidak hanya terampil berkemah, tetapi juga sigap menyelamatkan nyawa.
Pewarta: Pusdstin Kwarda Jatim


















