PRAMUKA.ID – Setelah sehari sebelumnya telah diselenggarakan Rapat Paripurna Andalan Daerah. Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026. Pertemuan akbar ini menjadi momentum strategis dalam menyatukan visi, memperkuat karakter oleh dan untuk kaum muda, serta mematangkan langkah organisasi menyongsong berbagai agenda nasional dan internasional.
Dengan semangat pengabdian tanpa batas, Rakerda Sulsel kali ini mengusung agenda yang komprehensif, mulai dari penguatan tata kelola organisasi hingga persiapan ajang bergengsi di tingkat dunia.
Dari pantauan pada sidang-sidang yang berlangsung dalam Rakerda, terdapat beberapa fase dalam penguatan hasil rakerda. Pertama yaitu fase Konsolidasi (Sidang Pleno I). Langkah awal Rakerda dimulai dengan Sidang Pleno I yang berlangsung khidmat. Tahapan ini difokuskan pada penguatan pondasi persidangan agar berjalan demokratis dan terukur.
Beberapa poin penting yang dapat di “deduksi” meliputi:
1. Pembukaan Resmi: Menjadi tanda dimulainya koordinasi kolektif seluruh kwartir cabang se-Sulawesi Selatan.
2. Pengesahan Tata Tertib: Memastikan seluruh dinamika rapat berjalan sesuai dengan aturan organisasi.
3. Penjelasan Umum: Memberikan gambaran besar mengenai arah kebijakan Pramuka Sulsel selama satu tahun ke depan.
Kedua yaitu fase strategis (sidang Pleno II). Memasuki Sidang Pleno ini, suasana semakin dinamis dengan pemaparan program-program unggulan yang berdampak langsung pada pengembangan anggota muda di Sulawesi Selatan.
1. Sinergi Pemerintah Provinsi dan Kwarda Sulsel, melalui pemaparan dari Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) yang menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi terus mendukung Pramuka sebagai pilar utama pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan inovatif.
2. Menembus Batas: Agenda Nasional dan Internasional di Tahun 2026 menjadi tahun yang istimewa. Kwarda Sulsel secara khusus mematangkan persiapan untuk dua ajang besar:
a. Jambore Nasional XII Tahun 2026: Persiapan kontingen daerah untuk menunjukkan eksistensi dan prestasi di level nasional.
b. Jambore Dunia ke-26 Tahun 2026: Membuka cakrawala bagi anggota Pramuka Sulsel untuk menjadi warga dunia yang aktif dan berkontribusi di kancah internasional.
Dalam kegiatan ini juga dibahas tentang digitalisasi dan kaderisasi, insan Pramuka Sulawesi Selatan terus beradaptasi dengan zaman melalui Akselerasi KTA Pramuka Nasional dengan melakukan penguatan basis data anggota secara digital guna mempermudah administrasi dan pemetaan potensi anggota.
Ditempat yang sama diruangan terpisah, juga diselenggarakan Sidang Paripurna Daerah (SIDPARDA) yang hasilnya mengakomodasi aspirasi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai calon pemimpin masa depan agar program kerja relevan dengan kebutuhan generasi Z dan Alpha.
Melalui penjelasan umum program kerja tahun 2026, Rakerda ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah ikhtiar bersama untuk menjadikan Pramuka Sulawesi Selatan sebagai rumah bagi inovasi, kepedulian sosial, dan kepemimpinan.
”Pramuka bukan hanya tentang keterampilan di alam terbuka, tapi tentang bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menjadi solusi bagi bangsa.” ungkap kakak Adnan Purichta
Harapan dengan selesainya pembahasan di sidang-sidang pleno ini, Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan siap melangkah lebih mantap, memastikan bahwa setiap derap langkah anggota Pramuka di Sulsel membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan mengharumkan nama daerah di mata dunia.
Pewarta: Yusran AY.NS – Komisi Saka, Sako dan Gugusdarma, Kwarda Sulsel





















