PRAMUKA.ID – Bangli, Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Bali Tahun 2026, panitia pelaksana melakukan persiapan spiritual guna memohon kelancaran acara. Prosesi Matur Piuning dilaksanakan dengan khidmat di area RS Manah Shanti Mahottama, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Rakerda Bali 2026, I Putu Mardana, SH., M.AP, dan diikuti oleh jajaran fungsionaris Kwartir Daerah (Kwarda) Bali serta staf rumah sakit setempat.
I Putu Mardana menjelaskan bahwa prosesi Matur Piuning merupakan tradisi luhur masyarakat Bali yang wajib dilaksanakan sebelum memulai kegiatan besar. Hal ini bertujuan untuk memohon izin serta restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) agar seluruh rangkaian acara berjalan aman dan sukses.
“Rakerda ini adalah agenda tahunan yang sangat strategis bagi masa depan Pramuka Bali. Selain kesiapan teknis atau sekala, kami juga harus memperkuat sisi niskala (spiritual). Melalui Matur Piuning, kami berharap energi positif menyertai seluruh peserta yang hadir besok,” ujar Putu Mardana di sela-sela persembahyangan.
Pemilihan RS Manah Shanti Mahottama sebagai lokasi Rakerda tahun ini dinilai unik karena menyatukan konsep rapat di alam terbuka yang rindang dengan misi sosial. Dengan selesainya prosesi spiritual ini, panitia menyatakan kesiapan 100 persen untuk menyambut delegasi dari Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Bali.
“Semua persiapan sudah rampung. Tempat sudah kita tata sedemikian rupa agar diskusi besok berjalan menarik, menantang, dan menyenangkan. Kami siap menyongsong tema ‘Darma Bakti Pramuka Bali untuk Negeri’,” tambah Mardana.
Rakerda Bali 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, dengan fokus utama evaluasi program kerja dan aksi kemanusiaan bagi saudara berkebutuhan khusus.
Pewarta: Rudianto – Kwarda Bali



















