PRAMUKA.ID – Salatiga, Suasana semarak dan penuh berkah mewarnai kawasan depan Polsek Argomulyo, Kota Salatiga, pada Sabtu (14/3) sore. Puluhan pelajar yang merupakan anggota Pramuka dan Seksi Kerohanian Islam (SKI) SMP Negeri 10 Salatiga turun ke jalan untuk menggelar aksi sosial yang luar biasa. Mereka membagikan sebanyak 1.500 porsi takjil gratis kepada warga dan pengendara yang melintas di area tersebut. Kegiatan berbagi takjil ini merupakan puncak dari acara tahunan sekolah yang bertajuk “Festival Tunas Ramadhan”. Menariknya, seluruh hidangan takjil yang dibagikan tersebut bukanlah hasil membeli, melainkan dimasak dan dikemas secara langsung oleh tangan terampil para pramuka sendiri.
Sebelum aksi membagikan takjil ini dimulai, para pramuka telah menyiapkan segala sesuatunya sejak pagi hari dengan penuh semangat. Kepala SMP Negeri 10 Salatiga, Ratna Dhianawati, S.Pd., M.Pd., secara khusus memberikan dukungan penuh dan suntikan motivasi kepada para pramuka saat pelaksanaan apel pagi sebelum kegiatan memasak massal dilaksanakan. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bentuk edukasi sedekah, tetapi juga menjadi ajang yang sangat baik untuk mengasah kemampuan berwirausaha bagi para pramuka. Terlebih lagi, dana yang digunakan untuk menyajikan 1.500 porsi menu takjil gratis ini murni berasal dari hasil pengumpulan sedekah secara sukarela. Donasi tersebut berhasil dikumpulkan dari seluruh elemen sekolah, mulai dari murid, bapak ibu guru, hingga jajaran karyawan di lingkungan SMP Negeri 10 Salatiga.
Pelaksanaan kegiatan yang masif ini dikoordinasi secara langsung oleh Yoga Mustafa, S.Pd. beserta beberapa guru pendamping yang juga pembina pramuka lainnya yang setia mengarahkan para pramuka. Mereka sengaja memberikan tantangan besar kepada anak-anak didiknya untuk menyelesaikan target 1.500 porsi takjil dalam waktu yang sangat singkat. Keterlibatan secara langsung dalam seluruh proses ini ternyata memberikan kesan dan pengalaman yang sangat mendalam bagi para peserta. Amay Lia Puspa, salah seorang pramuka kelas VIII yang ikut serta, mengaku sangat senang sekaligus antusias bisa terlibat langsung dalam dapur Festival Tunas Ramadhan ini. “Awalnya sempat ragu, emang kami mampu ya untuk membuat 1.500 porsi takjil dalam waktu sehari?” ungkap Amay dalam kekhawatirannya. “Dan ternyata kami bisa menyelesaikannya dengan baik berkat kerja sama teman-teman dan tentu saja bimbingan dari bapak ibu guru pendamping,” tambahnya dengan raut wajah bangga.
Keberhasilan para pramuka memenuhi target masakan ini tentu tidak lepas dari rasa percaya yang diberikan oleh pihak sekolah. Selaku koordinator dan guru pendamping, Yoga Mustafa, S.Pd. Menu yang disajikann meliputi Nasi Kuning lengkap dengan pedamping tempe kering, mi goreng, sambal matah dan telur goreng yang terkemas apik dalam kemasan magkuk. Kudapan khas lokal juga disiapkan untuk dibagikan meliputi getuk singkong dan tahu bakso. Semua disiapka dengan proses memasak dari awal. Dalam kegiatan ini juga dalam rangka penguji kecakapan para pramuka, yaitu TKK Memasak , TKK makanan tradisioal, TKK kudapan khas lokal dan TKK makanan khas lokal.
Sejak awal sangat percaya bahwa para pramuka memiliki kemampuan serta kekompakan untuk menyelesaikan tantangan luar biasa ini. Keyakinan tersebut akhirnya terbukti nyata ketika 1.500 paket takjil tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu tanpa ada kendala yang berarti. Ratusan paket makanan ringan untuk berbuka puasa itu pun dapat didistribusikan dengan lancar dan disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat luas. Melalui rutinitas Festival Tunas Ramadhan ini, sekolah berharap rasa kepedulian sosial, kemandirian, dan semangat gotong royong dalam diri para pramuka dapat terus bertumbuh subur di masa depan.
Pewarta: Yoga – Kwarcab Kota Salatiga






















