PRAMUKA.ID – Pelaksanaan Jambore Daerah Sumatera Utara Tahun 2026 yang akan segera diselenggarakan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara, menjadi lebih dari sekadar kegiatan pertemuan Pramuka Penggalang. Agenda besar Gerakan Pramuka ini hadir sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali aktivitas kepramukaan di Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit, sebuah kawasan yang memiliki nilai sejarah panjang bagi perkembangan pendidikan kepramukaan di Sumatera Utara.
Di tengah dinamika perkembangan generasi muda saat ini, kegiatan kepramukaan tetap menjadi ruang pembentukan karakter yang relevan. Melalui Jambore Daerah, ribuan Pramuka dari berbagai kabupaten dan kota akan berkumpul dalam semangat persaudaraan, pembelajaran, serta penguatan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan cinta alam.
Pemilihan Sibolangit sebagai lokasi pelaksanaan bukan tanpa alasan. Kawasan ini menyimpan jejak sejarah yang erat dengan perjalanan Gerakan Pramuka di Sumatera Utara.
Nilai Sejarah
Sejak puluhan tahun lalu, Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit telah dikenal sebagai pusat kegiatan kepramukaan di Sumatera Utara. Berada di kawasan pegunungan Kabupaten Deli Serdang dengan udara sejuk dan lingkungan hutan yang alami, lokasi ini menjadi tempat ideal bagi pendidikan luar ruang yang menjadi ciri khas Gerakan Pramuka.
Pada era 1970-an hingga 1990-an, Sibolangit menjadi lokasi berbagai kegiatan besar, mulai dari perkemahan tingkat cabang, daerah dan Nasional, hingga pelatihan kepemimpinan bagi anggota Pramuka dan pembina. Ribuan generasi muda pernah ditempa di kawasan ini melalui kegiatan keterampilan, penguatan mental, serta pendidikan karakter berbasis alam terbuka.
Bumi perkemahan ini bahkan pernah menjadi simbol kebanggaan kepramukaan daerah—tempat lahirnya banyak kader pemimpin muda yang kemudian berkontribusi di berbagai bidang pembangunan masyarakat.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, intensitas kegiatan besar di kawasan ini mengalami penurunan, sehingga diperlukan upaya bersama untuk mengembalikan peran strategisnya sebagai pusat pendidikan kepramukaan.
Revitalisasi Melalui Jambore Daerah 2026
Jambore Daerah Sumatera Utara 2026 diharapkan menjadi titik kebangkitan baru bagi Bumi Perkemahan Sibolangit. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan aktivitas perkemahan berskala besar, tetapi juga menjadi langkah awal revitalisasi kawasan perkemahan agar kembali aktif dan berdaya guna.
Melalui pelaksanaan jambore, berbagai pembenahan sarana, peningkatan pemanfaatan ruang kegiatan, serta penguatan fungsi edukatif kawasan akan kembali digerakkan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajakan bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk kembali memiliki dan merawat aset pendidikan kepramukaan daerah.
Jambore Daerah juga diharapkan mampu memperkuat citra Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai dasar kepramukaan yang berakar pada pembelajaran di alam terbuka.
Menghubungkan Sejarah dan Masa Depan
Pelaksanaan Jambore Daerah Sumatera Utara 2026 menjadi simbol pertemuan antara sejarah dan masa depan. Di tempat yang dahulu menjadi pusat pembinaan generasi muda, semangat kepramukaan kembali dihidupkan melalui aktivitas yang relevan dengan tantangan generasi masa kini.
Dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara dibawah kepemimpinan Dr. Dikky Anugerah, S.Sos, M.SP telah menegaskan komitmen lewat revitalisasi Bumi Perkemahan Sibolangit untuk membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan memiliki jiwa kebangsaan.
Jambore ini bukan hanya tentang berkemah, tetapi tentang menghidupkan kembali nilai, tradisi, dan semangat pendidikan yang telah diwariskan selama puluhan tahun — sebuah langkah bersama untuk memastikan api kepramukaan tetap menyala dari masa ke masa.
Penutup
Lebih dari sekadar agenda kegiatan, Jambore Daerah Sumatera Utara Tahun 2026 merupakan panggilan bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menaruh perhatian pada pendidikan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Momentum ini tidak akan bermakna tanpa dukungan kolektif dari seluruh anggota Pramuka di Sumatera Utara, para pembina, pelatih, alumni, tokoh masyarakat, dunia usaha, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan karakter generasi bangsa.
Penulis mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka di setiap kwartir cabang hingga gugus depan untuk menjadikan jambore ini sebagai gerakan bersama, bukan hanya kegiatan seremonial. Partisipasi aktif, semangat gotong royong, serta rasa memiliki terhadap Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit menjadi kunci utama keberhasilan kebangkitan kembali pusat pendidikan kepramukaan ini.
Kepada para tokoh masyarakat dan stakeholder, dukungan moral, kebijakan, maupun kolaborasi program sangat dibutuhkan agar revitalisasi kawasan perkemahan tidak berhenti pada satu kegiatan semata, tetapi berlanjut menjadi gerakan berkelanjutan dalam pembinaan generasi muda Sumatera Utara.
Sudah saatnya kita bersama menghidupkan kembali Sibolangit sebagai rumah besar pendidikan karakter berbasis alam terbuka — tempat lahirnya generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berjiwa kebangsaan. Karena sejatinya, membangun Pramuka berarti membangun masa depan daerah dan bangsa.
Mari kita jadikan Jambore Daerah Sumatera Utara 2026 sebagai langkah bersama untuk menyalakan kembali semangat kepramukaan, memperkuat persaudaraan, dan memastikan bahwa api pendidikan karakter tetap menyala bagi generasi yang akan datang.
Pewarta: Ade Azmil Azhary Nasution-Pelatih Pembina Pramuka





















