Warta Pramuka
Senin, 25 Mei 2026
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
  • MoU
No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
  • MoU
No Result
View All Result
Warta Pramuka
No Result
View All Result

25 Juta Anggota Pramuka Bisa Lakukan Perubahan Atasi Pandemi Covid-19

PUSDATIN KWARNAS
Jumat, 04 Sep 2020
/ Covid-19, Warta Pramuka
Telah dibaca 1452 Kali
Share on FacebookShare on Twitter

Sebanyak 25 juta Anggota Pramuka Indonesia berpotensi melakukan perubahan mengatasi Pandemi Covid-19.

“Pramuka harus mampu membuat tren patuh protokol kesehatan. Misalnya mengenakan masker harus menjadi tren, itu perlu kolaborasi. Sementara yang sulit adalah mencuci tangan. Memakai hand sanitizer juga dapat menjadi tren. Termasuk juga menjaga jarak yang aman. Bagaimana ngeriung atau cangkrukan yang aman,” kata Kepala UNICEF Perwakilan Jawa, Arie Rukmantara dalam Talkshow Gerakan Pramuka Dulu, Kini,dan Tantangan Adaptasi kebiasaan Baru yang digelar secara virtual, Senin(24/8/2020).

BACA JUGA

Siswa SMPN 4 Lamongan Buktikan Pramuka Tak Halangi Prestasi Akademik

Siswa SMPN 4 Lamongan Buktikan Pramuka Tak Halangi Prestasi Akademik

Menuju SSC 2026, Kwarcab Banyumas Matangkan Persiapan Teknis di Curug Song

Menuju SSC 2026, Kwarcab Banyumas Matangkan Persiapan Teknis di Curug Song

Talkshow itu diikuti oleh perwakilan anggota Pramuka dari seluruh daerah di Jawa Tengah.

Arie menuturkan, sebenarnya dunia telah mengalami beberapa kali pandemi. Pada tahun 1918, saat Bapak Pramuka Indonesia Sultan Hamengku Buwono IX berusia enam tahun, sudah ada pandemi flu. Kala itu penduduk harus tinggal di rumah, dilarang berkeliaran di luar rumah bila tidak perlu, dan dilarang masuk ke lokasi pandemi. Indonesia mampu mengatasi pandemi flu itu.

Kemudian tahun 2000 ada pandemi SARS, selanjutnya tahun 2009 ada Flu Meksiko (H1N1), disusul Flu Unta pada 2012, dan tahun 2019 ada pandemi Covid-19. “Kini Pramuka harus berperan mengatasi pandemi kali ini,” tuturnya.

Ketua Kwartir Daerah Pramuka Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Supriyanti menambahkan, Pramuka selalu hadir di garis depan ketika masyarakat membutuhkan.

“Ketika ada pandemi Covid-19, para anggota Pramuka ikut memberi penjelasan soal bahaya Covid. Mereka juga membagikan masker dan hand sanitizer. Di sini Pramuka memiliki semangat kebangsaan maupun pendidikan karakter. Selain itu juga mempunyai kecakapan hidup,” kata istri gubernur Ganjar Pranowo itu.

Dengan jumlah pramuka yang banyak tersebut, maka Pramuka dapat menjadi pelopor membuat kegiatan yang positif. “Pandemi ini sudah berlangsung selama enam bulan. Pramuka harus mampu menciptakan ruang bahagia untuk diri sendiri maupun rekan-rekannya,” tuturnya.

Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, anggota Pramuka bisa membuat video pendek, nge-vlog soal protokol kesehatan, hingga menolong bisnis tetangganya.

Membuat video berdurasi satu menit dengan bahasa efektif dan pesan tersampaikan di media sosial IG (Instagram). Itu pun harus dilengkapi dengan caption di bawahnya agar yang tuna rungu pun bisa memahami. Bila diungah di Youtube juga harus ada running text agar pesan bisa sampai.

“Di Rembang, ada siswa SMP yang meng-upload bisnis ikan asin tetangganya. Ternyata langsung ada pesanan. Ini adalah bentuk kegiatan positif para remaja Pramuka,” kata Atikoh.

Di sisi lain, kegiatan nge-vlog adalah latihan berbicara di depan publik. Menyusun kata yang berisi dan bermakna untuk menyampaikan suatu pesan kepada orang lain.

Oleh sebab itulah, meski kegiatan Pramuka yang biasanya berkumpul dalam jumlah banyak seperti camping sampai jambore ditiadakan karena pandemi, namun dengan menciptakan kegiatan positif yang berguna, Pramuka tetap bisa berkarya.

Sementara itu Foresta Arbar Ramadhan, anggota Pramuka dari SMK Negeri 1 Brebes mengatakan bangga sebagai Pramuka.

“Saya mendapatkan berbagai ilmu dan karakter positif. Banyak kegiatan positif di Pramuka. Berkemah, misalnya, itu membutuhkan kerjasama antartim. Mulai mendirikan tenda hingga kegiatan lain. Menyimpan ego sendiri untuk kepentingan regu. Kami juga belajar berkoordinasi dengan tim lain saat membuat api unggun. Kami belajar leadership di Pramuka,” ujar Foresta.

Di sisi lain, dengan jumlah yang mencapai 25 juta anggota, menurut Arie Rukmantara dari UNICEF, Indonesia harus menjadi pengurus The World Organization of the Scout Movement (WOSM– Organisasi Pramuka Dunia). Sebab jumlah itu sama dengan 25 persen jumlah pramuka di dunia yang beranggotakan 100 juta.

Bahkan Arie juga mendorong agar anggota Pramuka Indonesia mencatat segala kegiatan pengabdian yang mereka lakukan. Sebab dari data yang ia peroleh, ia sempat terkejut ketika melihat jam pengabdian Indonesia hanya sedikit, hanya 1.500 jam per bulan. Sementara Pramuka India mencapai 1,5 juta jam, dan Pramuka Amerika Serikat 10 juta jam per bulan.

“Oleh karena itu mari kita catat jam pengabdian Pramuka kita. Membuat konten video waktunya kita catat, meng-upload juga kita catat, melihat konten juga dicatat. Juga ketika melakukan aksi sosial lainnya. Bila semua dicatat, maka akan luar biasa Pramuka Indonesia,” ujarnya.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di BeritaSatu.Com

Sebelumnya

Peran Komunikasi Publik dan Kemauan Diri Sendiri untuk Akhiri Pandemi

Sesudahnya

Pramuka Peduli, Covid-19, dan Implementasi Kode Kehormatan Pramuka

Warta Terkait

Siswa SMPN 4 Lamongan Buktikan Pramuka Tak Halangi Prestasi Akademik
Gudep

Siswa SMPN 4 Lamongan Buktikan Pramuka Tak Halangi Prestasi Akademik

Menuju SSC 2026, Kwarcab Banyumas Matangkan Persiapan Teknis di Curug Song
Kwarcab

Menuju SSC 2026, Kwarcab Banyumas Matangkan Persiapan Teknis di Curug Song

Sukses Laksanakan TOT Duta Literasi Keuangan, OJK Jambi dan Kwarda Jambi Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda
Kwarda

Sukses Laksanakan TOT Duta Literasi Keuangan, OJK Jambi dan Kwarda Jambi Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Momen Haru di Panggung Perpisahan: 8 Anggota Pramuka Inti MTsN 6 Tabalong Resmi Terima Tanda Purna Inti
Gudep

Momen Haru di Panggung Perpisahan: 8 Anggota Pramuka Inti MTsN 6 Tabalong Resmi Terima Tanda Purna Inti

Semangat Menuju Jambore Nasional, Kwarran Purwojati Berikan Dukungan Penuh untuk Wangsit Dewi Kalyca
Jamnas XII 2026

Semangat Menuju Jambore Nasional, Kwarran Purwojati Berikan Dukungan Penuh untuk Wangsit Dewi Kalyca

Calon Anggota Saka Kalpataru Kwarcab Kota Tangerang Jalani Diklat di Hutan Kota
Kwarcab

Calon Anggota Saka Kalpataru Kwarcab Kota Tangerang Jalani Diklat di Hutan Kota

Next Post

Pramuka Peduli, Covid-19, dan Implementasi Kode Kehormatan Pramuka

KaKwarda NTB: Pramuka Siap Jadi Gerakan Terdepan Edukasi Protokol Kesehatan Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WartaTerbaru

Menuju SSC 2026, Kwarcab Banyumas Matangkan Persiapan Teknis di Curug Song

Menuju SSC 2026, Kwarcab Banyumas Matangkan Persiapan Teknis di Curug Song

Sukses Laksanakan TOT Duta Literasi Keuangan, OJK Jambi dan Kwarda Jambi Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Sukses Laksanakan TOT Duta Literasi Keuangan, OJK Jambi dan Kwarda Jambi Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Momen Haru di Panggung Perpisahan: 8 Anggota Pramuka Inti MTsN 6 Tabalong Resmi Terima Tanda Purna Inti

Momen Haru di Panggung Perpisahan: 8 Anggota Pramuka Inti MTsN 6 Tabalong Resmi Terima Tanda Purna Inti

Semangat Menuju Jambore Nasional, Kwarran Purwojati Berikan Dukungan Penuh untuk Wangsit Dewi Kalyca

Semangat Menuju Jambore Nasional, Kwarran Purwojati Berikan Dukungan Penuh untuk Wangsit Dewi Kalyca

Calon Anggota Saka Kalpataru Kwarcab Kota Tangerang Jalani Diklat di Hutan Kota

Calon Anggota Saka Kalpataru Kwarcab Kota Tangerang Jalani Diklat di Hutan Kota

Opini Kakak

Refleksi 169 Tahun Baden-Powell: Warisan yang Dijaga, Tantangan yang Dijawab
Agenda

Refleksi 169 Tahun Baden-Powell: Warisan yang Dijaga, Tantangan yang Dijawab

Raimuna Tak Perlu Gengsi: Berani Menggelar, Nyata Manfaatnya
Kwarcab

Raimuna Tak Perlu Gengsi: Berani Menggelar, Nyata Manfaatnya

Refleksi Hari Guru Nasional 2025
Kwarda

Refleksi Hari Guru Nasional 2025

Menguatkan Martabat Guru di Era Perubahan
Kwarda

Menguatkan Martabat Guru di Era Perubahan

Warta Pramuka

PRAMUKA.ID merupakan laman khusus Warta Gerakan Pramuka yang dikelola oleh Kwartir Nasional untuk mempublikasikan informasi dari seluruh anggota Gerakan Pramuka. #SetiapPramukaAdalahPewarta

  • Kebijakan Privasi
  • Warta Pramuka

© 2024 Warta Gerakan Pramuka

No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
  • MoU

© 2024 Warta Gerakan Pramuka