Warta Pramuka
Selasa, 3 November 2026
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
  • MoU
No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
  • MoU
No Result
View All Result
Warta Pramuka
No Result
View All Result

1 Agustus adalah Peringatan “Scout”, Bukan “Scarf”

KWARNAS
Kamis, 03 Sep 2020
/ Global, Kwarnas, Warta Pramuka
Telah dibaca 16647 Kali
Share on FacebookShare on Twitter

Di kalangan Pramuka/Pandu di seluruh dunia yang saat ini jumlahnya sekitar 54 juta orang, 1 Agustus juga merupakan hari penting dan diperingati secara khusus. Ada yang menamakan 1 Agustus sebagai “Scout Scarf Day” dan ada juga yang menamakan sebagai “World Scout Scarf Day”. Benarkah?

Entah siapa yang memulai, sebenarnya sebutan itu adalah sebutan yang salah kaprah. Seolah-olah yang diperingati adalah scarf atau padanan katanya neckerchief, yang dalam Bahasa Indonesia sering disebut “kacu”, “setangan leher”, atau “hasduk”. Padahal tidak demikian sebenarnya.

BACA JUGA

Penyampaian Hasil Verifikasi Jukran Peraturan Gugus Depan, Langkah Penyempurnaan Regulasi Kepramukaan

Penyampaian Hasil Verifikasi Jukran Peraturan Gugus Depan, Langkah Penyempurnaan Regulasi Kepramukaan

Sukses Gelar Jota-Joti 2026, Saka Bhayangkara Kwarcab Banyumas Jangkau 475 Peserta Melalui Tiga Stasiun

Sukses Gelar Jota-Joti 2026, Saka Bhayangkara Kwarcab Banyumas Jangkau 475 Peserta Melalui Tiga Stasiun

Tanggal 1 Agustus diperingati dengan mengacu kepada peristiwa bersejarah pada 1 Agustus 1907. Pada saat itu, Baden-Powell yang kelak diberi gelar “Lord” dan dijuluki “Bapak Pramuka/Pandu Sedunia”, memulai suatu perkemahan di Pulau Brownsea, dekat London, Inggris. Di sana, Baden-Powell atau sering disingkat B-P (Bipi) mengajak sekitar 20 anak dan remaja dari London, untuk berkemah dan berkegiatan di alam terbuka. Termasuk pada malam harinya berkumpul mengelilingi api unggun, sambil bernyanyi dan bercerita hal-hal menarik.

Inilah awal dari lahirnya gerakan kepramukaan sedunia atau world scouting movement. Dari perkemahan itu, B-P kemudian menyusun tulisan berseri dengan judul Scouting for Boys. Tulisan yang tadinya terdiri dari 6 seri terpisah, kemudian dijadikan dalam satu buku. Isinya adalah kisah-kisah dan panduan untuk hidup di alam terbuka, mengenal ciptaan Tuhan YME, dan berusaha menjadikan diri sehat baik jasmani maupun rohani.

Buku itu ternyata amat disukai anak-anak dan remaja. Bermula di Inggris, buku itu kemudian menyebar ke seluruh dunia. Diterjemahkan pula ke dalam berbagai bahasa, termasuk dalam Bahasa Indonesia dengan judul “Memandu untuk Putera” dan kemudian diubah menjadi “Memandu untuk Pramuka”. Perubahan itu mengingat bahwa kepramukaan di Indonesia bukan hanya untuk putera, tetapi juga untuk puteri.

Kembali ke tanggal 1 Agustus. Maka yang diperingati adalah “World Scout Day” (Hari Pramuka/Pandu Sedunia). Ini melengkapi tanggal 22 Februari yang diperingati sebagai Hari Baden-Powell, mengacu pada tanggal lahir B-P. Kalau 22 Februari untuk mengingat ketokohan pendiri gerakan kepramukaan/kepanduan, maka 1 Agustus adalah untuk memperingati Hari Pramuka/Pandu Sedunia.

Lalu kenapa ada yang menuliskannya “Scout Scarf Day” atau “World Scout Scarf Day”? Jelas ini sebenarnya salah kaprah, hanya mengacu pada ciri khas seorang Pramuka/Pandu. Scarf atau setangah leher memang ciri khas seragam seorang Pramuka/Pandu, tetapi intinya bukan itu. Peringatan 1 Agustus adalah peringatan tentang “Scout” bukan sekadar tentang “scarf”.

Walau pun kacu/setangan leher adalah ciri seragam Pramuka/Pandu, namun keberadaan Pramuka/Pandu lebih dari sekadar kacu/setangan leher. Sebagaimana dulu sering dinyanyikan Kak Ram (Ramadhan), penyiar RRI yang juga pemusik dan seorang Pembina Pramuka : “…. bukan karena kacunya aku jadi Pramuka, …. Bercita-cita tinggi, mengabdi Ibu Pertiwi, itulah sebabnya, aku jadi Pramuka”.

Penulis: Berthold DH Sinaulan (Waka Kwarnas / Ketua Komisi Humas dan Informatika 2018-2023)

Artikel ini pernah ditayangkan oleh penulis di Kompasiana.com dengan judul 1 Agustus, Peringatan “Scout” Bukan “Scarf”

https://www.kompasiana.com/bertysinaulan/5f24d8b5d541df281c61b762/1-agustus-peringatan-scout-bukan-scarf

Kata Kunci: baden PowellInternationalpramuka luar negerisejarah
Sebelumnya

Malam Renungan Kebangsaan dalam Rangka HUT TVRI ke-58 dan Hari Pramuka ke-59

Sesudahnya

Peran Komunikasi Publik dan Kemauan Diri Sendiri untuk Akhiri Pandemi

Warta Terkait

Penyampaian Hasil Verifikasi Jukran Peraturan Gugus Depan, Langkah Penyempurnaan Regulasi Kepramukaan
Kwarnas

Penyampaian Hasil Verifikasi Jukran Peraturan Gugus Depan, Langkah Penyempurnaan Regulasi Kepramukaan

Sukses Gelar Jota-Joti 2026, Saka Bhayangkara Kwarcab Banyumas Jangkau 475 Peserta Melalui Tiga Stasiun
Saka

Sukses Gelar Jota-Joti 2026, Saka Bhayangkara Kwarcab Banyumas Jangkau 475 Peserta Melalui Tiga Stasiun

KPD Riau resmi dibuka Ketua Kwarda Riau
Kwarda

KPD Riau resmi dibuka Ketua Kwarda Riau

PERSAMI SDN 1 Tambakrejo Kobarkan Semangat Pramuka, Cetak Generasi Mandiri dan Berjiwa Pemimpin
Gudep

PERSAMI SDN 1 Tambakrejo Kobarkan Semangat Pramuka, Cetak Generasi Mandiri dan Berjiwa Pemimpin

Kwarda Bali Gelar Monev SAKOMA 2026 di Bangli, Komitmen Pacu Potensi Pertanian dan Lingkungan Hidup
Kwarcab

Perkuat Pembinaan di Wilayah Daratan Hingga Nusa Penida, Kwarda Bali Gelar Monev Terpadu SAKOMA di Kwarcab Klungkung

Kwarda Bali Gelar Monev SAKOMA 2026 di Bangli, Komitmen Pacu Potensi Pertanian dan Lingkungan Hidup
Saka

Kwarda Bali Gelar Monev SAKOMA 2026 di Bangli, Komitmen Pacu Potensi Pertanian dan Lingkungan Hidup

Next Post

Peran Komunikasi Publik dan Kemauan Diri Sendiri untuk Akhiri Pandemi

25 Juta Anggota Pramuka Bisa Lakukan Perubahan Atasi Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WartaTerbaru

Sukses Gelar Jota-Joti 2026, Saka Bhayangkara Kwarcab Banyumas Jangkau 475 Peserta Melalui Tiga Stasiun

Sukses Gelar Jota-Joti 2026, Saka Bhayangkara Kwarcab Banyumas Jangkau 475 Peserta Melalui Tiga Stasiun

KPD Riau resmi dibuka Ketua Kwarda Riau

KPD Riau resmi dibuka Ketua Kwarda Riau

PERSAMI SDN 1 Tambakrejo Kobarkan Semangat Pramuka, Cetak Generasi Mandiri dan Berjiwa Pemimpin

PERSAMI SDN 1 Tambakrejo Kobarkan Semangat Pramuka, Cetak Generasi Mandiri dan Berjiwa Pemimpin

Kwarda Bali Gelar Monev SAKOMA 2026 di Bangli, Komitmen Pacu Potensi Pertanian dan Lingkungan Hidup

Perkuat Pembinaan di Wilayah Daratan Hingga Nusa Penida, Kwarda Bali Gelar Monev Terpadu SAKOMA di Kwarcab Klungkung

Kwarda Bali Gelar Monev SAKOMA 2026 di Bangli, Komitmen Pacu Potensi Pertanian dan Lingkungan Hidup

Kwarda Bali Gelar Monev SAKOMA 2026 di Bangli, Komitmen Pacu Potensi Pertanian dan Lingkungan Hidup

Opini Kakak

Pendidikan Antikorupsi sebagai Upaya Mewujudkan Pramuka Berintegritas
Opini

Pendidikan Antikorupsi sebagai Upaya Mewujudkan Pramuka Berintegritas

Bukan Sekadar Janji: Cara Pramuka Tetap Slay Dan Relevan Di Era Digital
Opini

Bukan Sekadar Janji: Cara Pramuka Tetap Slay Dan Relevan Di Era Digital

Jangan Bebankan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Hanya kepada Pembina Pramuka
Opini

Jangan Bebankan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Hanya kepada Pembina Pramuka

Bukan Sekadar Slogan, Ini Cara Pramuka Wujudkan “Now For Climate” di Hari Lingkungan Hidup 2026
Kwarcab

Bukan Sekadar Slogan, Ini Cara Pramuka Wujudkan “Now For Climate” di Hari Lingkungan Hidup 2026

Warta Pramuka

PRAMUKA.ID merupakan laman khusus Warta Gerakan Pramuka yang dikelola oleh Kwartir Nasional untuk mempublikasikan informasi dari seluruh anggota Gerakan Pramuka. #SetiapPramukaAdalahPewarta

  • Kebijakan Privasi
  • Warta Pramuka

© 2024 Warta Gerakan Pramuka

No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
  • MoU

© 2024 Warta Gerakan Pramuka