PRAMUKA.ID – Jakarta, 7 Januari 2026, rangkaian seleksi luring Penggantian Antar Waktu (PAW) Dewan Kerja Nasional (DKN) memasuki hari kedua dengan agenda yang dirancang untuk menggali kapasitas intelektual, karakter personal, hingga kemampuan kolaboratif para peserta.
Kegiatan diawali dengan tes psikologi dan tes bakat skolastik yang bertujuan memetakan aspek kepribadian, cara berpikir, serta potensi dasar peserta sebagai calon pemimpin di Dewan Kerja Nasional. Tahapan ini menjadi fondasi penting untuk melihat kesiapan peserta tidak hanya secara pengetahuan, tetapi juga secara mental dan emosional.
Seleksi kemudian dilanjutkan dengan penampilan bakat, yang menjadi ruang ekspresi bagi peserta untuk menampilkan keunikan, kreativitas, serta nilai-nilai diri yang mereka bawa. Beragam bakat ditampilkan dengan penuh percaya diri, mencerminkan keberagaman potensi generasi muda Pramuka dari berbagai latar belakang.
Memasuki sesi berikutnya, peserta mengikuti wawancara, yang menjadi ruang dialog mendalam antara peserta dan tim penilai. Pada sesi ini, peserta diajak merefleksikan motivasi, komitmen, serta pandangan mereka terhadap peran strategis Dewan Kerja Nasional dalam Gerakan Pramuka.
Rangkaian seleksi hari kedua ditutup dengan FGD dengan konsep debat. Dalam sesi ini, peserta diuji dalam berdiskusi, menyampaikan gagasan, mendengarkan perspektif lain, serta membangun solusi secara kolaboratif dengan kompetensi yang menjadi kunci dalam kerja kolektif Dewan Kerja.
Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional, Kak Tamara, menyampaikan bahwa tahapan seleksi hari kedua dirancang untuk melihat peserta secara lebih utuh.
“Hari kedua ini bukan hanya tentang kemampuan individu, tetapi bagaimana peserta mengenal dirinya, mengekspresikan potensi, dan bekerja bersama orang lain. Dewan Kerja membutuhkan sosok yang tidak hanya cerdas, tetapi juga matang secara sikap dan mampu berkolaborasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kak Syarifah Alawiyah, Andalan Nasional Kwarnas yang hadir membersamai di hari kedua ini menilai bahwa peserta menunjukkan perkembangan yang positif sepanjang rangkaian seleksi.
“Kami melihat peserta mampu mengomunikasikan gagasan dengan jujur dan terstruktur. Proses diskusi dalam FGD juga memperlihatkan kemampuan mereka untuk mendengarkan, merespons, dan membangun solusi secara bersama,” ungkapnya.
Seleksi hari kedua menjadi cerminan proses pembelajaran yang intens, di mana setiap peserta tidak hanya diuji, tetapi juga diajak untuk tumbuh, mengenal diri, dan memahami makna kepemimpinan dalam Dewan Kerja Nasional. Rangkaian seleksi PAW DKN akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya melahirkan kader pemimpin muda Pramuka yang berintegritas dan berdampak.
Penulis : Riris Hafiza

























