PRAMUKA.ID – Suasana pagi di SD Inpres 3/77 Masago, Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, tampak berbeda (Sabtu, 04/04/2026). Puluhan anggota Pramuka Penggalang berkumpul bukan untuk latihan baris-berbaris biasa, melainkan untuk sebuah aksi nyata yang menginspirasi: menyulap lahan tidur sekolah menjadi kebun produktif.
Dengan semangat dasa darma, anak-anak ini bahu-membahu mengolah dengan mencangkul tanah dan mengangkat pupuk organik dan menaburi tanah yang diolah. Tanpa canggung, mereka mengolah tanah secara manual, menata bedengan dengan rapi, hingga memanfaatkan limbah botol plastik sebagai penahan struktur tanah. Aksi kreatif ini tidak hanya mengajarkan cara bercocok tanam, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan melalui daur ulang.
Hadir memantau langsung kegiatan tersebut kakak-kakak Pembina dan para guru-staf, yang di koordinir kakak Andi Massaressung, S.Pd., selaku Kepala Sekolah sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) 17.015-17.016 pangkalan SD Inpres 3/77 Masago. Beliau tampak senang melihat antusiasme para siswa yang saling bergantian mengangkat olahan pupuk organik dengan karung seadanya dan mengangkut air dengan ember demi memastikan tanah yang diolah siap ditanami.
Di sela-sela kegiatan, Kakak Andi Massaressung memberikan pandangannya mengenai urgensi kegiatan ini bagi pendidikan karakter siswa. Beliau mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah edukasi dan kemandirian. Kami ingin siswa tidak hanya mengenal teori di kelas, tapi tahu bagaimana proses pangan itu dihasilkan. “Dengan memanfaatkan lahan sekolah yang ada, kita mengajarkan mereka untuk mencintai bumi dan melihat peluang dari apa yang tersedia di sekitar mereka.”
Sementara itu untuk penggunaan limbah botol plastik, kakak Agustina, SPd, MPd didampingi kakak Jamaluddin, SPd menjelaskan bahwa penggunaan limbah botol plastik sebagai penahan bedengan di kebun tersebut adalah bentuk inovasi sederhana. Kami ingin anak-anak paham bahwa limbah plastik bisa menjadi bermanfaat jika kita kreatif. Ini adalah implementasi nyata dari cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, serta sikap hemat dan bersahaja yang ada dalam Pramuka.” ungkap Kak Agustina yang juga selaku Tenaga Pengajar di sekolah tersebut.
Di sudut bedengan olahan lahan, A.Irnaura Sarasvathy, siswi kelas 4 di sekolah tersebut sekaligus selaku anggota Pramuka Penggalang, tampak serius dan asyik meratakan tanah yang digemburkan. Meski peluh membasahi dahi, senyumnya tidak luntur.
Ketika ditanya, bagaimana rasanya ikut kegiatan mencangkul dan menanam sayur hari ini, Irnaura mengatakan seru sekali! Biasanya cuma lihat sayuran di pasar atau di dapur, sekarang saya tahu cara menanamnya dari awal. “Tadi bersama-sama teman-teman juga angkat pupuk dan susun botol-botol supaya bedengannya rapi.” ucap Irnaura
Irnaura melanjutkan bahwa bagian yang paling menantang adalah saat harus bergantian angkat air pakai ember, lumayan capek tapi jadi tidak terasa karena dikerjakan bersama-sama. Saya jadi tidak sabar mau lihat bibit sayur ini tumbuh besar nanti!” ungkapnya.
Keceriaan dalam Kebersamaan
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga jelang siang hari ini berjalan dengan penuh kehangatan. Wajah-wajah lelah namun puas terpancar dari puluhan anak Pramuka yang hadir. Mereka tampak sangat senang dan riang gembira bisa belajar di luar ruangan sambil berkontribusi bagi sekolah.
Sebagai bentuk rasa syukur dan untuk mempererat tali persaudaraan, kegiatan ini ditutup dengan sesi santap bersama MBG (Makanan Bergizi Gratis). Duduk melingkar di area sekolah, para anggota Pramuka bersama siswa-siswi lainnya menikmati hidangan sehat bersama, menutup hari dengan semangat kebersamaan yang tak terlupakan.
Pewarta: Yusran AY.NS – Andalan Komisi Saka, Sako dan Gugus Darma, Kwarda Sulsel




















