PRAMUKA.ID – Tabanan, Sidang Paripurna Daerah (Sidparda) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Gedung Pusdiklatda Kwarda Bali, yang berlokasi di Bumi Perkemahan Pramuka Margarana, Tabanan.
Kegiatan tahunan yang menjadi forum tertinggi Dewan Kerja di tingkat daerah ini dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda) Kwarda Bali, Kakak Bagus Partha Wijaya, yang hadir mewakili Ketua Kwarda Bali, Kakak Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).
Sidparda Bali 2026 juga dihadiri oleh Sekretaris I Dewan Kerja Nasional (DKN) Fabio Yehezkiel Lasut sebagai utusan DKN, serta Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Bali, Kadek Adi Pratyana Putra, bersama jajaran Dewan Kerja Daerah Bali.
Sidparda merupakan forum penting bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk melakukan evaluasi program kerja sekaligus merumuskan arah gerak organisasi ke depan.
Peserta Sidparda Bali 2026 berasal dari perwakilan utusan Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Kwartir Daerah Bali yang berkumpul untuk menyampaikan laporan, masukan, serta rekomendasi strategis bagi pengembangan Gerakan Pramuka di Bali.
Ketua Dewan Kerja Daerah Bali, Kadek Adi Pratyana Putra, menyampaikan bahwa Sidparda tahun ini memiliki arti yang cukup istimewa bagi perjalanan organisasi.
“Sidang Paripurna tahun ini memiliki makna yang istimewa, karena kepengurusan Dewan Kerja Daerah Bali Masa Bakti 2024–2029 telah berjalan satu tahun. Perjalanan ini tentu telah diwarnai dengan berbagai proses pembelajaran, tantangan, serta capaian yang patut kita syukuri bersama. Satu tahun pertama menjadi pondasi penting dalam membangun konsolidasi organisasi, memperkuat koordinasi, serta memastikan arah program kerja berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” papar Adi Pratyana.
Ia juga menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang evaluasi atas pelaksanaan program kerja tahun 2025 sekaligus momentum untuk menyempurnakan dan merumuskan program kerja tahun 2026.
“Evaluasi yang objektif dan konstruktif sangat diperlukan agar kebijakan serta rencana strategis yang telah disusun dapat semakin relevan dengan kebutuhan pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Kwartir Daerah Bali,” pungkasnya.
Sementara itu, Bagus Partha Wijaya mewakili Ketua Kwarda Bali menyampaikan pesan penting mengenai peran strategis Pramuka Bali di masa depan.
“Pramuka Bali siap menjadi pelopor, bukan pengekor!,” tegas Bagus Partha.
Ia menekankan beberapa poin penting yang menjadi arah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega di Bali.
Pertama, Spirit Margarana. Pemilihan lokasi Sidparda di Bumi Perkemahan Margarana memiliki makna simbolis yang kuat. Semangat perjuangan Puputan Margarana diharapkan dapat menumbuhkan nilai pengabdian, keberanian, dan semangat juang dalam setiap diskusi dan pengambilan keputusan selama forum berlangsung.
Kedua, Aksi Nyata Lingkungan. Kwarda Bali juga menekankan pentingnya peran Pramuka dalam menjaga lingkungan melalui Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Pramuka diharapkan menjadi garda terdepan dalam membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah, sekolah, hingga gugus depan sebagai bentuk aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Ketiga, Relevansi di Era Digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi pada tahun 2026, Gerakan Pramuka juga dituntut untuk terus beradaptasi. Program kerja yang dirancang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga inovatif dan mampu menjawab kebutuhan serta minat generasi muda.
Keempat, Sinergi Nasional. Kehadiran perwakilan Dewan Kerja Nasional dalam Sidparda ini juga menjadi simbol pentingnya sinergi antara gerakan Pramuka di tingkat daerah dengan kebijakan nasional.
“Pramuka adalah pelopor, bukan pengekor. Mari jadikan Sidparda 2026 ini sebagai wadah kedaulatan untuk menentukan arah gerak satu tahun ke depan demi kemajuan Bali,” ujar Bagus Partha Wijaya.
Melalui Sidang Paripurna Daerah Bali 2026 ini, diharapkan seluruh Dewan Kerja Cabang dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif demi penguatan program pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Bali.
Sidparda juga menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan koordinasi antar kwartir, serta memastikan Gerakan Pramuka Bali tetap relevan, progresif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pewarta: Ariek PW – Anggota Pusdatin Kwarda Bali



















