PRAMUKA.ID – Cibubur – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi organisasi agar tetap relevan, adaptif, dan kontributif dalam menjawab tantangan zaman. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, saat membuka Rapat Paripurna Andalan Nasional Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (26/1).
Dalam sambutannya, Ketua Kwarnas menyampaikan bahwa Rapat Paripurna Andalan Nasional 2026 merupakan forum strategis bagi para Andalan Nasional untuk melakukan evaluasi dan refleksi, sekaligus merumuskan arah kebijakan Gerakan Pramuka ke depan. Menurutnya, dinamika global, perkembangan teknologi digital, serta tantangan sosial dan kebangsaan menuntut pembaruan pendekatan pembinaan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.
“Gerakan Pramuka harus tetap menjadi wahana pendidikan nonformal yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kecakapan hidup, serta kepedulian sosial dan kebangsaan,” tegas Kak Budi Waseso.
Ia menambahkan bahwa prinsip belajar sambil melakukan, pembinaan berbasis alam terbuka, serta pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma harus terus diperkuat.
Lebih lanjut, Ketua Kwarnas menyoroti pentingnya peran Andalan dalam struktur kwartir sebagai amanah yang menuntut tanggung jawab kolektif dan profesional. Setiap Andalan, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, memiliki kewajiban menyusun, melaksanakan, serta mengawasi program kerja agar selaras dengan tujuan organisasi.
Rapat Paripurna Andalan Nasional 2026 juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan internal organisasi, seperti konsistensi pelaksanaan program, pemerataan kualitas pembina, penguatan sistem kaderisasi, serta tata kelola organisasi. Forum ini didorong menjadi ruang yang berani untuk mengevaluasi kelemahan dan merumuskan solusi konkret yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Dalam konteks pembangunan nasional, Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan masyarakat. Kontribusi di bidang pendidikan karakter, mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, hingga dukungan terhadap swasembada pangan nasional perlu terus diperluas melalui sinergi dengan kementerian, lembaga, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan.
Ketua Kwarnas berharap Rapat Paripurna Andalan Nasional 2026 menghasilkan rekomendasi kebijakan yang realistis dan berorientasi ke depan, serta program kerja yang berdampak nyata bagi peserta didik dan masyarakat luas.
“Kita harus bergerak dari rutinitas menuju budaya kinerja yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menutup sambutan, Budi Waseso mengajak seluruh peserta Raparnas untuk memanfaatkan forum secara terbuka, kritis, dan konstruktif dengan mengedepankan musyawarah mufakat. Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Gerakan Pramuka dapat terus berkembang menjadi organisasi kepanduan yang modern, profesional, dan tetap berjiwa kebangsaan.





















