PRAMUKA.ID – Jakarta, 27 Januari 2026 – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka Tahun tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, sebagai bentuk penguatan peran strategis Gerakan Pramuka dalam pembangunan nasional yang dilaksanakan di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur.
Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Dr. Drs. Yohan, M.Si., menyampaikan pesan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya berfungsi sebagai organisasi kepanduan, tetapi juga sebagai jangkar moral dan agen perubahan di tengah tantangan global, seperti krisis iklim, ketahanan pangan, transisi energi, hingga disrupsi teknologi. Ia menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pola pelatihan kepramukaan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar karakter bangsa.
“Pramuka harus hadir sebagai solusi. Bukan hanya mampu menanam, tapi juga memahami teknologi pertanian, manajemen rantai pasok pangan, serta mampu menggerakkan masyarakat untuk kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas,” ujar Yohan.
Rakernas ini juga menekankan empat agenda strategi, yakni penguatan literasi digital dan teknologi, pengembangan wirausaha muda berbasis sektor kreatif dan agribisnis, peran Pramuka dalam mitigasi bencana dan perubahan iklim, serta penguatan tata kelola organisasi yang transparan dan berbasis digital.
Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Dr. Drs. Yohan, M.Si., menegaskan bahwa pemuda dan Gerakan Pramuka memiliki posisi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Gerakan Pramuka adalah ruang strategi pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemandirian pemuda. Ketika nilai kepanduan dipadukan dengan literasi pangan, teknologi, dan kewirausahaan, maka kita sedang mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya berkarakter kuat, tetapi juga saing produktif dan berdaya. Inilah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dr. Yohan.
Menurutnya, kolaborasi antara Kemenpora, Gerakan Pramuka, dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar program kepemudaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam isu ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi pemuda.

Rakernas Gerakan Pramuka 2026 diharapkan menjadi momentum strategi untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, serta mempertegas peran Pramuka sebagai mitra strategi pemerintah dalam membangun generasi muda Indonesia yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing global.
Pewarta: Yudhi Wahyudi
Foto: Siswanto






















