PRAMUKA.ID – Satuan karya Pramuka (Saka) dibidang pertanian yaitu Saka Tarunabumi ranting Patimpeng melakukan penyuluhan pertanian dalam mengantisipasi merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bone, mengingat penyakit yang sangat berbahaya bagi ternak sapi, kerbau dan kambing ini pernah merebak dan sangat merugikan petani-peternak di Kabupaten Bone, Sulsel.
Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kewaspadaan penyakit PMK ini juga dilakukan dalam rangka pelaksanaan program kegiatan Saka Tarunabumi yaitu Fisabilillah (fitrah, Saka Tarunabumi berbagi semua lintas dijalan Allah SWT) diantara penyuluhan Krida, pebagian saprotan/sapronak Gratis dan infak serta paket lebaran kepada guru ngaji/TPA, Imam, muadzin dan anggota Pramuka yang berstatus Yatim-Piatu.
Sosialisasi penyakit menular akut pada ternak ini dipandu oleh Instruktur Saka Tarunabumi, kakak Andi Elya Azis, SPt didampingi Ketua Mabisaka Tarunabumi Patimpeng, kakak Y.A.Yahya., SPt, MSi pada Jum’at siang dan Jum’at Malam di Masjid An-Nur, Tabbenrung, Desa Latellang dan Masjid Ar-Rahman, Pangempange, Desa Masago. Kedua desa tersebut berada di Kecamatan Patimprng, Kabupaten Bone, Sulsel (Jum’at, 28 Maret 2025)
Menurut kak Andi Elya, sosialisasi kewaspadaan ini dilaksanakan mengingat wabah PMK di Kabupaten Bone muncul akibat kurang ketatnya pengawasan lalu lintas ternak antar pulau/provinsi.
Kegiatan penyuluhan “Fisabilillah XI” sektor krida peternakan ini dilakukan setelah shalat Jumat dan shalat Magrib (buka puasa), materinya dipertajam langsung oleh Penyuluh Pertanian Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Bone, yang juga Ketua Mabisaka Tarunabumi Patimpeng, kakak Y.A.Yahya., SPt, MSi.
Dijelaskan kak Y.A. Yahya bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit hewan menular yang disebabkan juga oleh Virus, sama seperti Covid-19 yg juga disebabkan oleh Virus. Tetapi PMK pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia. Produk pangan hewani pun seperti susu dan daging serta produk-produk turunannya tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar.
Penyakit ini hanya mengancam hewan berkuku belah/genap seperti Kerbau, Sapi, Kambing, Domba dan Babi serta Hewan Ruminansia lainnya. Diharapkan agar peternak selalu memperhatikan sanitasi kandang dan menyediakan desinfektan untuk mengantisipasi virus ini. “Kemudian peternak memberikan vaksinasi pada ternaknya agar tercipta kekebalan tubuh terhadap virus mematikan dan menular ini” jelas kak Y.A.Yahya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Babinkamtibmas, Kepala Dusun, imam Dusun, para jamaah yang juga ketua dan pengurus Kelompok Tani, tokoh masyarakat dan jamaah masjid.
Kakak Andi Elya Azis, SPt pun berpesan kepada jamaah serta para anggota Pramuka penegak yang hadir agar memberitahukan masyarakat lainnya untuk merubah perilaku dalam memelihara ternak, salahsatunya menjaga sanitasi kandang serta tersedia pakaian kerja, sendal/sepatu khusus untuk beraktivitas di kandang ternak.
Pewarta: Yusran AY.NS (Kwarran Patimpeng, Sulsel)