PRAMUKA.ID – Banda Aceh, Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh melaksanakan kegiatan penggalangan dana untuk korban banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh yang dipusatkan di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu, 31 Desember 2025 hingga Kamis, 1 Januari 2026, sebagai wujud kepedulian dan aksi nyata Gerakan Pramuka terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Penggalangan dana dilaksanakan dengan menyasar sejumlah titik strategis di kawasan pelabuhan, mulai dari gerbang masuk pelabuhan, area keberangkatan penumpang, hingga area kedatangan penumpang kapal. Anggota Pramuka Peduli turun langsung ke lapangan dengan mengenakan atribut resmi, membawa kotak donasi, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai tujuan penggalangan dana. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara tertib dan berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan serta pihak terkait guna memastikan kelancaran aktivitas penumpang.
Kegiatan penggalangan dana ini bertujuan untuk menghimpun dukungan masyarakat yang selanjutnya akan didonasikan kepada warga terdampak bencana dalam bentuk tas sekolah bagi anak-anak serta pelaksanaan program trauma healing pascabencana. Program ini diharapkan dapat membantu pemulihan psikososial anak-anak korban bencana sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan mereka di tengah situasi pascabencana.
Koordinator kegiatan, Kak Anwar, menyampaikan bahwa penggalangan dana di Pelabuhan Ulee Lheue merupakan bagian dari strategi Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh dalam menjangkau ruang-ruang publik yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat tinggi, khususnya pada momentum pergantian tahun.
“Melalui penggalangan dana ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor. Fokus kami adalah membantu pemulihan anak-anak melalui penyediaan tas sekolah dan program trauma healing agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas dengan semangat dan rasa aman,” ujar Kak Anwar.
Sementara itu, Ketua Harian Kwartir Daerah Aceh, Kak Ir. H. Jufri Effendi, M.Si, menyampaikan himbauan kepada seluruh unsur Gerakan Pramuka dan masyarakat luas agar turut berkontribusi dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Himbauan tersebut disampaikan sejalan dengan arahan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwarda Aceh, Kak H. Muzakir Manaf, yang menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
“Sesuai dengan himbauan Ketua Mabida Kwarda Aceh, Kak H. Muzakir Manaf, kita semua diharapkan dapat terlibat dan berkontribusi dalam membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Pramuka harus menjadi pelopor dalam aksi kemanusiaan dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian dan solidaritas,” ujar Kak Ir. H. Jufri Effendi, M.Si.
Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, baik melalui dukungan materi, tenaga, maupun doa, sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, kolaborasi antara Pramuka, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menghadapi dan mengatasi dampak bencana secara bersama-sama.
Melalui kegiatan penggalangan dana ini, Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam aksi kemanusiaan. Diharapkan, hasil penggalangan dana tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, khususnya bagi anak-anak, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pewarta: Khaidir Marzuki





















