PRAMUKA.ID – Banda Aceh, Pramuka MAN 2 Banda Aceh menggelar Rapat Dewan Ambalan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula MAN 2 Banda Aceh dan diikuti oleh anggota ambalan putra dan putri sebagai bagian dari agenda organisasi kepramukaan di lingkungan madrasah. Rapat ini menjadi forum resmi untuk melakukan pergantian kepengurusan Dewan Ambalan serta mengevaluasi keberlanjutan kepemimpinan ambalan ke depan.
Pelaksanaan rapat bertujuan untuk memilih pengurus Dewan Ambalan baru periode 2026–2027. Proses pemilihan dilakukan melalui mekanisme musyawarah cepat dengan tetap mengedepankan prinsip demokrasi, keterbukaan, dan musyawarah mufakat. Seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan pertimbangan sebelum keputusan bersama ditetapkan, sehingga proses berjalan efektif namun tetap menjunjung nilai-nilai kepramukaan.
Melalui musyawarah tersebut, terpilih M. Alfi Riskiansyah sebagai Pradana Putra dan Syakila Humaira sebagai Pradana Putri. Adapun posisi Juru Adat Putra diamanahkan kepada M. Ali Abrisam dan Juru Adat Putri kepada Alyfah. Untuk pengelolaan keuangan, Zhibran Maulana terpilih sebagai Juru Uang Putra dan Aulia Al Rasyqa sebagai Juru Uang Putri. Sementara itu, Meurah Banta Setia AE dipercaya sebagai Krani atau Sekretaris Putra dan Shintya Maula sebagai Krani atau Sekretaris Putri. Susunan kepengurusan ini diharapkan mampu bekerja secara solid dan bertanggung jawab dalam menggerakkan roda organisasi ambalan.
Dengan terbentuknya Dewan Ambalan baru, Pramuka MAN 2 Banda Aceh berharap kinerja ambalan dan gugus depan dapat semakin optimal, baik dalam perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, maupun pembinaan karakter anggota. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta memperkuat peran Pramuka sebagai wadah pembentukan kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab peserta didik.
Pembina Pramuka Putra MAN 2 Banda Aceh, Kak Khaidir Marzuki, menyampaikan bahwa musyawarah ambalan merupakan bagian penting dari proses pendidikan kepramukaan. Menurutnya, forum ini tidak hanya menjadi sarana memilih pemimpin, tetapi juga media pembelajaran bagi anggota untuk berlatih menyampaikan pendapat, menerima perbedaan, dan mengambil keputusan secara bijaksana. Ia menegaskan bahwa selama musyawarah, pembina hadir untuk mendampingi dan memastikan jalannya kegiatan tetap sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan, sekaligus mendorong Dewan Ambalan terpilih agar mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan komitmen.
Pewarta: Khaidir Marzuki – Kwarcab Kota Banda Aceh



















