PRAMUKA.ID – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menggelar Forum Gugus Depan di Perwakilan RI secara virtual pada Senin, 23 Februari 2026 yang secara langsung dipandu oleh Bidang Kerja Sama Luar Negeri di Gedung Kwartir Nasional, Jakarta. Forum ini diselenggarakan untuk menjalin komunikasi dan mendorong optimalisasi pembinaan dan pengembangan pembinaan Pramuka yang berada di mancanegara.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Waka Kwarnas Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Kak Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, S.IP., M.M.
Dalam sambutannya, Kak Toto menekankan pentingnya optimalisasi peran Gugus Depan (Gudep) Perwakilan RI sebagai garda terdepan pembentukan karakter, penanaman kebangsaan, dan pengembangan kecakapan hidup bagi warga negara Indonesia di berbagai belahan dunia.
“Forum ini bertujuan agar kita semua mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya, baik bagi kakak-kakak di Gugus Depan Perwakilan RI, maupun bagi kami di Kwartir Nasional yang akan menindaklanjuti setiap masukan serta saran yang diberikan,” ungkap Kak Toto Siswanto.
Dalam forum ini, hadir jajaran Andalan Nasional Bidang Kerja Sama Luar Negeri di antaranya Kak Acep Somantri, Kak Hendra Henny Andries, dan Kak Prakoso Permono, yang memberikan penguatan strategis dalam forum ini. Pada kesempatan ini, Kak Acep Somantri memaparkan langkah pengembangan Gudep di Perwakilan RI dan program kepramukaan bagi WNI di luar negeri.
Gugus Depan di Perwakilan RI merupakan satuan pendidikan yang dikelola dan dikoordinasikan langsung oleh Kwartir Nasional. Sesuai regulasi yang berlaku, Gugus Depan di Perwakilan RI diampu oleh Perwakilan RI serta dipimpin oleh Kepala Perwakilan, baik Duta Besar, Konsul Jenderal, maupun Konsul RI sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan.
Posisi Gudep di Perwakilan RI selain berfungsi sebagai wadah pembinaan bagi WNI peserta didik, juga sangat strategis dalam hal penguatan diplomasi publik serta mendukung fungsi pelindungan WNI. Kiprah Gudep di Perwakilan RI juga menjadi salah satu bentuk dukungan Pramuka pada penguatan kepentingan nasional Indonesia sebagaimana digariskan dalam Grand Strategy Diplomasi Soft Power yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri RI.
“Melalui forum ini, kami berharap ada peningkatan kapasitas dalam pengelolaan Gugus Depan Perwakilan RI, yang kita harapkan bisa menjadi gudep-gudep terbaik, karena dibimbing oleh Kwartir Nasional dan diampu oleh perwakilan Republik Indonesia,” ujar Kak Acep Somantri yang juga mengabdi sebagai Staf Ahli Bidang Manajemen di Kementerian Luar Negeri.
Antusiasme peserta sangat tinggi dengan bergabungnya perwakilan Gudep dari 11 negara yang tersebar di 16 titik. Dari Malaysia, hadir perwakilan Gudep Perwakilan RI yang berpangkalan di Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Johor Bahru, dan Kuching. Perwakilan dari kawasan Asia Pasifik lainnya hadir Gudep Perwakilan RI di Singapura, Davao City, Bangkok, Yangon, Tokyo, serta Gugus Darma Persiapan di Hong Kong.
Dari kawasan Arab, turut ikut serta perwakilan Gudep di Mesir serta Arab Saudi yang meliputi wilayah Makkah, Jeddah, dan Riyadh. Selain itu, dari kawasan Eropa juga hadir dari Gudep Perwakilan RI di Belanda dan Gudep Persiapan di Jerman.
Beberapa praktik baik yang telah dijalankan oleh beberapa Gudep menjadi bahan diskusi yang menarik. Praktik baik tersebut salah satunya dipaparkan oleh Gugus Depan 00-201 dan 00-202 Pangkalan KBRI Kairo yang disampaikan oleh Kak Priyo Nugroho. Inspirasi dari Mesir ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Gudep perwakilan lain dalam mengelola kegiatan kepramukaan yang kreatif dan adaptif.
Forum ini juga turut dihadiri oleh Deputy Chief of Mission (DCM)/Wakil Kepala Perwakilan RI di Kuala Lumpur, Kak Danang Waskito, yang memaparkan praktik baik kepramukaan di Gudep Perwakilan RI di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Kami menyambut baik semangat teman-teman Pramuka baik anggota maupun Pembina yang secara sukarela sebagai volunteer mengikuti kegiatan dan juga memberikan bimbingan pada kegiatan kepramukaan di Kuala Lumpur,” ujar Kak Danang Waskito.

Di samping Wakil Kepala Perwakilan RI di Kuala Lumpur, turut hadir pula dua orang Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari KBRI di Berlin dan Kairo serta para Kepala Sekolah Indonesia di luar negeri. Kehadiran unsur Perwakilan RI dan pimpinan Sekolah Indonesia pada forum ini menunjukkan komitmen yang tinggi untuk mendukung dan memberdayakan kepramukaan di luar negeri, sejalan dengan harapan Kwartir Nasional.
Forum ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjalin komunikasi berkala demi memastikan kualitas pendidikan kepramukaan tetap terjaga bagi seluruh anggota Pramuka di mana pun mereka berada.
























