PRAMUKA.ID – Jakarta – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terus memperkuat peran Satuan Karya (Saka) dan Satuan Komunitas (Sakoma) sebagai wadah pembinaan keterampilan khusus bagi Pramuka Penegak dan Pandega. Hal tersebut ditegaskan pada Rapat Paripurna Andalan Nasional 2026 saat paparan rangkaian pelaksanaan program kerja Bidang Sakoma yang berlangsung sepanjang 2025 hingga 2027, meliputi evaluasi, koordinasi nasional, serta penyempurnaan regulasi kesakaan.
Wakil Ketua Kwarnas Bidang Sakoma, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Wahyu Adi, menyampaikan bahwa Sakoma dan Saka memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda Pramuka yang terampil, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
“Sakoma dan Saka bukan hanya ruang kegiatan, tetapi wadah pembinaan yang sistematis untuk membekali Pramuka dengan keterampilan khusus sesuai minat dan potensi. Karena itu, penguatan tata kelola dan kualitas program menjadi fokus utama kami,” ujar Kak Wahyu Adi.
Sepanjang tahun 2025, Bidang Sakoma telah melaksanakan sejumlah rapat evaluasi kegiatan Saka dan Sakoma tingkat nasional secara luring maupun daring. Kegiatan tersebut menghasilkan berbagai masukan strategis, termasuk peningkatan kinerja pimpinan Saka dan Sako serta penyempurnaan draf petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk penyelenggaraan (Jukran) kesakaan.
Pada kegiatan berskala nasional, seperti pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega anggota Saka di Gorontalo yang diikuti 1.647 peserta dari 34 Kwartir Daerah, peserta didorong untuk memperdalam krida Saka sekaligus mengasah inovasi, kreativitas, dan wawasan global. Program serupa juga dilaksanakan melalui kegiatan Sako di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan melibatkan lebih dari seribu peserta.
Memasuki tahun 2026, fokus Bidang Sakoma diarahkan pada sinkronisasi kebijakan nasional dan daerah, termasuk penyusunan buku Jukran dan Juklak Saka, revisi Jukran Gugus Darma Pramuka, serta penguatan koordinasi dengan Waka Kwarda Bidang Sakoma se-Indonesia.
Menurut Kak Wahyu Adi, langkah tersebut penting agar seluruh kegiatan kesakaan berjalan selaras dengan aturan dan kebutuhan zaman.
“Dengan regulasi yang jelas dan terbarui, kegiatan Sakoma dan Saka dapat dilaksanakan lebih efektif, terkoordinasi, dan semakin diminati oleh anggota. Dampaknya, Pramuka Penegak dan Pandega akan memiliki keterampilan khusus yang relevan dan bermanfaat,” tegasnya.
Melalui rangkaian program tersebut, Kwarnas berharap Sakoma dan Saka semakin menjadi pilihan utama pembinaan keterampilan Pramuka serta berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.




















