PRAMUKA.ID – Medan, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara (Kwarda Sumut) bergerak cepat merespons situasi darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumut.
Sebanyak 5.000 Pramuka Peduli dari berbagai Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sumut dikerahkan untuk membantu penanganan korban banjir dan longsor yang terjadi.
Ketua Kwarda Sumut, Kak Dicky Anugerah juga menginstruksikan kepada seluruh Kwarcab di 28 kabupaten/kota untuk mendirikan Posko Bantuan Bencana terpadu, guna memastikan penanganan bencana berjalan merata dan terkoordinasi
“Instruksi telah kami sampaikan ke seluruh Kwarcab, dari Tapanuli hingga Pantai Timur, agar setiap Kwarcab mendirikan posko siaga 24 jam,” tegas Kak Dikky dalam keterangannya, Senin, 1 Desember 2025.
Menurutnya, ini adalah pusat komando lapangan untuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan pengerahan relawan di wilayah masing-masing.
Lebih lanjut Kak Dikky menyatakan bahwa pengerahan Pramuka Peduli besar-besaran ini merupakan wujud nyata dari bakti Pramuka kepada masyarakat.
“Kami mengerahkan sekitar lima ribu anggota Pramuka terlatih dari Pramuka Peduli, Saka Bhayangkara, Saka Wira Kartika, dan satuan lainnya. Ini implementasi Dasa Dharma: Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia,” tegasnya.
Ribuan Pramuka Peduli tersebut telah disebar ke beberapa lokasi yang paling parah terdampak bencana, termasuk Kabupaten Padang Lawas (Palas), Kabupaten Deli Serdang, dan daerah-daerah lain yang mengalami kerusakan infrastruktur dan memerlukan evakuasi.
“Posko Kwarcab di setiap daerah menjadi sentral dalam pendistribusian bantuan,” imbuh Kak Dikky.
Dalam menjalankan misi kemanusiaan ini, Kwarda Sumut terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi dan kabupaten, TNI/Polri, serta organisasi relawan lainnya.
Menurut Kak Dikky, koordinasi merupakan kunci. Pramuka Peduli yang diterjunkan sudah dilengkapi dengan pelatihan manajemen bencana dasar.
“Kami siap bekerja di bawah komando BPBD untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan keselamatan relawan terjamin. Posko ini akan menjadi simpul penting dalam jejaring penanganan bencana se-Sumut,” pungkasnya.



















