PRAMUKA.ID – Denpasar, Kwartir Daerah Bali menggelar sosialisasi dan diseminasi Program Life Leader Project (LLP) bagi para pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) serta Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) se-Bali.
Kegiatan ini dilaksanakan di sela workshop internasional bertajuk “Innovative Scout Training Methods: Asia-Pacific Best Practices for Bali” yang menghadirkan tokoh-tokoh senior dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) Wilayah Asia-Pasifik pada Sabtu, 7 Maret 2026 bertempat di Sanggar Bakti Pramuka Kwarda Bali, Renon, Denpasar.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari tindak lanjut para fasilitator lokal Program Life Leader Project (LPP) 2025 Kwarda Bali setelah mengikuti Training of Trainers (TOT) di Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Program ini bertujuan memperkuat peran dan kontribusi Gerakan Pramuka dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pengembangan kepemimpinan berkelanjutan yang diusung dalam Life Leader Project.
Inisiatif tersebut merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda Pramuka yang peduli terhadap isu sosial dan lingkungan, sekaligus mampu memimpin perubahan di masyarakat.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Nauli Dhamayanthie selaku Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, didampingi I Gede Wirawan, Pelatih Pusdiklatda Bali yang juga bertugas sebagai Local Facilitator Life Leader Project.
Program Life Leader merupakan inisiatif global dari World Organization of the Scout Movement yang bertujuan memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan masyarakat melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Dalam program ini, peserta diperkenalkan pada metode design thinking dan konsep impact innovation sebagai kerangka pembelajaran.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk memahami persoalan sosial secara lebih mendalam, merancang solusi kreatif, hingga menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan solutif.
Dalam praktiknya, peserta mempelajari tahapan metode design thinking, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, merumuskan gagasan solusi, membuat prototipe, hingga menguji dan mengembangkan inovasi yang relevan bagi komunitas.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi pemimpin muda Pramuka yang adaptif, berintegritas, dan mampu menciptakan perubahan positif di masyarakat, sejalan dengan semangat gerakan kepanduan dunia dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
Pewarta: Ariek PW – Anggota Pusdatin Kwarda Bali



















