Baleendah — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 16 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung.
Acara ini diikuti oleh jajaran pengurus Kwarcab, para andalan, serta unsur lembaga lainnya sebagai ajang silaturahmi yang dirangkaikan dengan pengajian. Peringatan Isra Mi’raj diselenggarakan atas inisiasi Bidang Mental dan Spiritual (Mensprit) bersama Sekretariat Kwarcab. Syukur alhamdulillah, kegiatan dapat terlaksana dengan tertib, lancar, dan penuh kekhusyukan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung, Kak Saeful Bahri. Dalam sambutannya yang mewakili Ketua Kwarcab yang berhalangan hadir, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus Kwarcab atas kekompakan dan soliditas yang terjaga sepanjang tahun 2025. Menurutnya, kebersamaan tersebut telah mengantarkan organisasi meraih berbagai capaian dan prestasi yang membanggakan.
Kak Saeful Bahri juga mengingatkan bahwa tahun 2026 akan dihadapkan pada sejumlah tantangan, salah satunya kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap kreatif dan inovatif dalam menggali serta mengoptimalkan potensi yang ada agar seluruh program dan aktivitas kepramukaan tetap berjalan dan terus mengalami kemajuan.
“Walaupun anggaran terbatas, Gerakan Pramuka harus tetap aktif, inovatif, dan mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat serta semakin bedas,” tutur Kak Saeful Bahri.
Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkokoh keimanan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat pengabdian bagi seluruh pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung dalam menjalankan amanah organisasi ke depannya.
Pengajian pada peringatan Isra Mi’raj tersebut disampaikan oleh Drs. H. Seproni Hidayat, M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung pesan penting agar umat Islam, termasuk anggota Gerakan Pramuka, senantiasa menjaga ibadah salat dalam setiap kondisi dan aktivitas.
Ia menjelaskan bahwa inti dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah diterimanya perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. “Karena itu, ibadah salat tidak boleh ditinggalkan. Di mana pun dan dalam kegiatan apa pun, Gerakan Pramuka harus tetap menempatkan salat sebagai prioritas utama,” ujar Ustaz H. Seproni Hidayat, M.Pd.I.














