PRAMUKA.ID– Dalam rangka merayakan puncak acara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Pemprov DKI Jakarta menggelar Trash Fest (Festival Sampah) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (23/2/2025). Kegiatan ini dibuka oleh Kak Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta. Adapun kegiatan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar sadar dan peduli terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Saka Kalpataru Kwartir Daerah DKI Jakarta bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta berpartisipasi dalam kegiatan HPSN dengan mengerahkan 680 orang Anggota Pramuka untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Kak Rano Karno menjelaskan bahwa permasalahan sampah bukan hanya persoalan teknis, tapi juga terkait dengan perilaku dan budaya masyarakat. Setiap harinya, masyarakat Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah ini dapat mencemari lingkungan, mengancam kesehatan, serta menimbulkan bencana.
Sementara itu, Kak Asep Kuswanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta selaku Ketua Mabisaka Kalpataru Kwartir Daerah DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa sebelum Trash Fest 2025 diselenggarakan, pihaknya telah menggelar kegiatan Hari Bersih Indonesia (HBI). HBI merupakan aksi bersih-bersih serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta yang melibatkan komunikas warga, hingga sekolah.
Adapun aksi yang dilakukan oleh Saka Kalpataru Kwartir Daerah DKI Jakarta bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta, yaitu melakukan Aksi Pramuka Bersepeda, Operasi Comot Sampah, dan Kampanye Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL). Saka Kalpataru juga menampilkan Lenong Edukatif Tentang Sampah oleh Saka Kalpataru bersama para Pegiat Lingkungan Proklim RW 06 Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB bertempat di sepanjang rute HBKB, Jl. Jend. Sudirman – Thamrin yang dibagi menjadi 3 titik kumpul, yaitu: Halte BNI Terowongan Kendal, Depan Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Depan Gedung Jaya. Sebanyak 680 peserta melakukan aksi Pramuka Bersepeda, Operasi Comot Sampah, dan Kampanye Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL). Setiap peserta dilengkapi oleh peralatan. seperti, sarung tangan, karung, sandwich board atau papan edukasi sebagai sarana kampanye kebersihan lingkungan. Selanjutnya peserta long march dari Patung Kuda Arjuna Wijaya menuju Lapangan Banteng.
Setelah melakukan aksi comot sampah dan Pramuka Bersepeda, peserta bergerak menuju Lapangan Banteng. Selanjutnya melakukan pemilahan dan penimbangan sampah yang sudah dikumpulkan dari Operasi Comot Sampah. Dalam penimbangan sampah tersebut, anggota Saka Kalpataru mencatat beberapa data, seperti jumlah Sampah Daur Ulang, Sampah Mudah Terurai, Residu, dan Total Timbangan.
Selain itu, di panggung utama juga menampilkan pertunjukan Lenong Edukatif Tentang Sampah oleh Saka Kalpataru bersama para Pegiat Lingkungan Proklim RW 06 Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipimpin oleh Sutradara Kak Ade Maulana memiliki judul, yaitu: “Tuh Kan Sampah”, dengan sinopsis: Menceritakan tentang setan yang bingung dengan kelakuan manusia, sampai masalah sampah saja mereka tidak peduli. Para setan ini kesal dengan Pegiat Bank Sampah yang orientasinya selalu uang.
Pewarta: Kevin Alusius
Editor: PusdatinKN