PRAMUKA.ID – Selasa, 24 Februari 2026, Forum Saka Tarunabumi se-Indonesia menyelenggarakan rapat daring melalui Zoom Meeting pada pukul 21.00–23.00 WIB. Kegiatan ini merupakan respons atas pelantikan Mabisaka dan Pinsaka Tarunabumi Nasional yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026.
Rapat daring tersebut diikuti oleh para pegiat Saka Tarunabumi dari berbagai provinsi di Indonesia yang telah tergabung dalam Grup WhatsApp Saka Tarunabumi Nasional sebagai wadah komunikasi dan konsolidasi nasional.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta menyampaikan rasa syukur, apresiasi, dan optimisme atas dilantiknya Mabisaka dan Pinsaka Tarunabumi Nasional. Momentum ini dipandang sebagai titik awal kebangkitan dan penguatan kembali Saka Tarunabumi secara nasional, yang diharapkan segera ditindaklanjuti dengan program kerja yang terarah, terukur, sistematis, dan berkelanjutan.
Forum juga menyoroti kondisi Saka Tarunabumi di berbagai daerah yang mengalami penurunan aktivitas sejak pelaksanaan Perkemahan Bakti Saka Tarunabumi (Pertikabumi) tingkat nasional di Padang pada tahun 2013. Pasca kegiatan tersebut, di sebagian besar wilayah, aktivitas Saka Tarunabumi cenderung stagnan dan bahkan dinilai “mati suri”. Beberapa daerah yang masih aktif pun bertahan berkat dedikasi para pamong dan pembina yang menggerakkan kegiatan secara swadaya, termasuk melalui dukungan pembiayaan pribadi maupun inisiatif integrasi kegiatan Saka ke dalam program dinas pertanian daerah.
Salah satu isu strategis yang mengemuka dalam diskusi adalah aspek dukungan kelembagaan dan penganggaran. Saat ini, dukungan anggaran Saka Tarunabumi di lingkungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dinilai masih terbatas pada salah satu unit eselon II, yaitu Pusat Pendidikan Pertanian yang membawahi sejumlah Polbangtan dan SMKPP. Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan kementerian/lembaga pemangku Saka lainnya, di mana dukungan terhadap satuan karya menjadi bagian dari kewajiban seluruh UPT sebagai Sanggar Bakti Saka.
Sebagai bentuk kontribusi konstruktif, Forum Saka Tarunabumi se-Indonesia merumuskan sejumlah rekomendasi kepada Mabisaka dan Pinsaka Tarunabumi Nasional, sebagai berikut:
Memfasilitasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kepramukaan bagi anggota dewasa (pamong dan instruktur), serta anggota muda (peserta didik tingkat Penegak dan Pandega) secara berjenjang dan berkelanjutan.
Mendorong Ketua Pinsaka Nasional untuk menerbitkan surat edaran yang:
Menginstruksikan para penyuluh pertanian—yang saat ini telah berstatus ASN Pusat—agar berperan aktif sebagai motor penggerak pembentukan dan penguatan Saka Tarunabumi di seluruh tingkatan daerah, mulai dari Pinsaka Daerah (Provinsi), Pinsaka Cabang (Kabupaten/Kota), hingga pembentukan Mabisaka dan Sanggar Bakti pada setiap Balai Penyuluh Pertanian.
Mengusulkan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian agar menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari seluruh Eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian untuk menjadi Sanggar Bakti Saka Tarunabumi, sehingga dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui Saka Tarunabumi menjadi gerakan kelembagaan yang terstruktur dan menyeluruh.
Memberikan perhatian khusus kepada unit-unit Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang memiliki UPT di seluruh provinsi, sehingga dapat menjadi simpul penguatan dan pengembangan Saka Tarunabumi di daerah secara lebih sistematis dan merata.
Mengagendakan kembali Perkemahan Bakti Saka Tarunabumi tingkat nasional sebagai ajang konsolidasi, peningkatan kapasitas, serta penguatan jejaring antaranggota Saka Tarunabumi di seluruh Indonesia.
Forum Saka Tarunabumi se-Indonesia merupakan wadah silaturahmi dan konsolidasi nasional para pegiat Saka Tarunabumi yang terdiri atas pamong, instruktur, pengurus kwartir, serta alumni dari berbagai daerah. Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemangku kebijakan, pembina, dan generasi muda dalam menghidupkan kembali peran strategis Saka Tarunabumi.
Forum juga menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program prioritas pemerintah, khususnya agenda Swasembada Pangan, melalui pelibatan aktif generasi muda Pramuka dalam sektor pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
Demikian siaran resmi ini disampaikan sebagai bentuk dukungan, aspirasi, dan komitmen bersama demi penguatan Saka Tarunabumi secara nasional.
Pewarta: Forum Saka Tarunabumi Se-Indonesia (Nitam Kasim/Yusran Ay.Ns)


















