PRAMUKA.ID – Malaysia – Kak Prakoso Permono atau akrab disapa Pras, Andalan Nasional Bidang Kerja Sama Luar Negeri menerima Pingat Kepujian Mutiara (Kehormat) pada Sabtu, 29 November 2025 di George Town, Pulau Pinang, Malaysia.
Penghargaan tersebut disampaikan secara langsung oleh Ketua Menteri Pulau Pinang, Yang Amat Berhormat Tuan Chow Kon Yeow pada seremoni yang dihadiri oleh Tuan Yang Terutama Tun Dato Seri Utama Haji Ramli bin Ngah, Gubernur Pulau Pinang sekaligus Penaung Persekutuan Pengakap Malaysia (PPM) bersama Mayor Jenderal Prof. Dato Dr. Zin bin Bidin, Ketua Pengakap Negara.
Penerimaan penghargaan tersebut diinformasikan melalui surat Pengakap Malaysia yang disampaikan oleh Puan Norma Noordin, International Commissioner PPM pada 30 Oktober 2025.
Hadir langsung menerima penghargaan tersebut di Pulau Pinang, Malaysia, Kak Pras merasa terhormat dengan penganugerahan tersebut kepada dirinya.
“Suatu kehormatan mendapat penghargaan ini. Hal ini juga saya sampaikan saat Friendship Dinner pada malam hari setelah resepsi penghargaan,” ujar Kak Pras yang saat ini juga bertugas sebagai Koordinator Messenger of Peace Indonesia.
Pingat Kepujian Mutiara merupakan penghargaan peringkat negeri yang diberikan untuk tokoh yang telah banyak menabur jasa bakti yang terpuji terhadap kemajuan kepramukaan di Malaysia. Selain diajukan oleh International Commissioner PPM, penghargaan tersebut diberikan atas dorongan Dato Haji Zulkafli Kamaruddin, Ketua Pesuruhjaya Pengakap Negeri Pulau Pinang. Penghargaan ini hanya dapat diberikan pada 15 orang saja setiap tahun.
Dato Haji Zulkafli sebelumnya terkesan atas inisiasi penguatan kerja sama PPM dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang diinisiasi di Kairo, Mesir pada Agustus 2024. Dato Haji Zulkafli menjadi salah satu Delegasi PPM pada pertemuan bilateral dengan Kwarnas Gerakan Pramuka yang secara teknis dipersiapkan oleh Kak Pras Permono.
Sebagai hasil dari pertemuan bilateral tersebut, Kwarnas Gerakan Pramuka dan Persekutuan Pengakap Malaysia telah menandatangani dokumen Plan of Action antar kedua NSO pada Desember 2024 di Selangor, Malaysia. Dokumen tersebut menggarisbawahi 5 pokok kerja sama meliputi program binamuda, peningkatan kapasitas binawasa, pengembangan organisasi, dan dukungan resiprokal antar kedua NSO dalam berbagai fora internasional.
Asistensi yang diberikan selama proses hingga ditandatanganinya dokumen tersebut menjadi bentuk jasa bakti yang dipandang layak memperoleh penghargaan dari Persekutuan Pengakap Malaysia.
“Tentu saya berharap kita akan tindak lanjuti Plan of Action yang telah ditandatangani dengan langkah konkret, salah satu yang sangat diharapkan PPM adalah berbagi praktik baik kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana dari Indonesia,” ungkap Kak Pras.




















