PRAMUKA.ID – Jakarta – Kwartir Daerah (Kwarda) DKI Jakarta melalui Bidang Pengelolaan Anggota Dewasa bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodetabek menyelenggarakan kegiatan Gelang Ajar Pembina Pramuka pada Kamis (30/4/2026) di Aula Gedung Kwarda DKI Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta dari seluruh Kwartir Cabang (Kwarcab) se-DKI Jakarta.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Harian Kwarda DKI Jakarta Kak Ratiyono yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya pinjaman online ilegal. Ia mengingatkan para Pembina agar tidak terjebak dalam praktik keuangan yang merugikan.
“Pinjaman online itu seperti simpul mati yang sulit dilepaskan. Jangan sampai kita terjerat,” ujar Kak Ratiyono di hadapan peserta.
Ia menambahkan, tantangan di era digital saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bertahan di alam terbuka, tetapi juga menghadapi gempuran tawaran finansial yang kerap menyesatkan. Menurutnya, nilai dalam Dasa Darma Pramuka, khususnya poin ketujuh tentang hidup hemat, cermat, dan bersahaja, menjadi kunci dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Hemat bukan berarti pelit, cermat berarti tepat dalam menggunakan, dan bersahaja berarti tidak berlebihan. Kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan,” katanya.
Kak Ratiyono juga menegaskan peran pembina Pramuka sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan literasi keuangan kepada peserta didik, mulai dari siaga hingga pandega. Ia berharap para pembina mampu menjadi edukator finansial di tengah maraknya pemasaran digital yang menyasar generasi muda.
Sementara itu, Kepala Divisi PEPK OJK Jabodetabek, Kak Andes Novytasary, berharap kegiatan ini dapat membentuk pembina Pramuka yang cerdas secara finansial dan mampu menjadi rujukan bagi lingkungan sekitarnya.
“Kami berharap para peserta bisa menjadi kompas bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Kakak Pramuka yang melek keuangan akan sangat bermanfaat dalam mengamankan masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Gelang Ajar ini diharapkan menjadi bekal jangka panjang sekaligus kontribusi nyata dalam menciptakan generasi yang lebih bijak secara finansial.
“Kami berharap langkah kecil hari ini dapat mendukung generasi masa depan yang lebih cerdas dan bersahaja, baik secara pribadi maupun profesional,” tambah Kak Andes.
Selama satu hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi literasi keuangan secara komprehensif. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sesi pengenalan tokoh nasional Wage Rudolf Soepratman yang disampaikan oleh dr. Dario Turk, cicit menantu dari Ngadini, kakak kandung W.R. Soepratman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara Kwarda DKI Jakarta dan OJK dalam meningkatkan kesadaran serta pemahaman keuangan di kalangan Pembina Pramuka, yang diharapkan dapat diteruskan kepada generasi muda di lingkungan masing-masing.



















