PRAMUKA.ID – Denpasar, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali (Kwarda Bali) menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pengelolaan Anggota Dewasa bersama Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan (Pusdiklat) Tahun 2026 pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di Sanggar Bakti Pramuka Kwarda Bali.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi kelembagaan guna meningkatkan kualitas pendidikan kepramukaan secara menyeluruh hingga ke tingkat Gugus Depan.
Acara dibuka oleh Sekretaris II Kwarda Bali, Ir. Abdul Muthalib S., M.Si, yang mewakili Ketua Kwarda Bali didampingi Wakil Ketua Bidang Lolawasa Kwarda Bali, Dra. Luh Made Sri Yuniati, M.Pd, serta Kepala Pusdiklatda Bali, Made Agung Ari Yasa, S.Pd., M.Pd.H.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh unsur penting dari Kwartir Cabang se-Bali, yakni Wakil Ketua Bidang Pengelolaan Anggota Dewasa, Sekretaris Bidang Pengelolaan Anggota Dewasa, Kepala Pusdiklatcab, serta Sekretaris Pusdiklatcab.
Kehadiran para pemangku kebijakan dan pelaksana teknis ini mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan sistem pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efektivitas pencapaian tujuan pendidikan kepramukaan melalui sinergitas serta komunikasi yang terintegrasi antara Bidang Pengelolaan Anggota Dewasa sebagai pemangku kebijakan dan Pusdiklat sebagai pusat keunggulan serta penjamin mutu, baik di tingkat daerah maupun cabang.
Penguatan peran kedua unsur tersebut menuntut adanya keselarasan gerak dan koordinasi yang berkesinambungan guna meminimalisasi hambatan administratif maupun teknis di lapangan.
Melalui koordinasi yang solid, diharapkan pemenuhan standar kompetensi tenaga pendidik kepramukaan dapat terjamin secara akuntabel dan berkelanjutan di seluruh jajaran Gerakan Pramuka Bali.
Agenda utama dalam rapat ini meliputi finalisasi dokumen strategis yang akan menjadi rujukan bagi Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam melakukan monitoring pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat), termasuk evaluasi pasca-diklat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi serta penguatan implementasi platform digital pendidikan berbasis Learning Management System (LMS-E Diklat), sebagai bagian dari transformasi digital dalam sistem pembelajaran kepramukaan.
Dalam sambutannya, Sekretaris II Kwarda Bali, Ir. Abdul Muthalib S., M.Si menegaskan tiga fokus utama yang menjadi target dalam kegiatan ini:
“Tema kita hari ini adalah sinkronisasi kebijakan. Saya minta jangan ada lagi ‘sekat’ atau perbedaan standar antara apa yang direncanakan di Kwarda dengan apa yang dilaksanakan di Kwarcab. Anggota Dewasa adalah motor penggerak; jika mutunya tidak terjamin, maka pembinaan peserta didik pun akan melemah,” ujar Kak Abdul Muthalib.
Ia menyampaikan, strategi penguatan diklat berbasis E-learning bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Harus mempermudah akses pengetahuan tanpa mengurangi esensi nilai-nilai kepramukaan.
“Saya berharap melalui simulasi platform dan FGD hari ini, lahir sebuah Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret, bukan sekadar dokumen di atas kertas. Kepada seluruh peserta Kwarcab, manfaatkan momentum ini untuk menyelaraskan program kerja di wilayah masing-masing dengan visi Kwarda Bali. Satu kata, satu perbuatan untuk kemajuan Pramuka Bali,” imbuhnya.
Melalui pelaksanaan rapat koordinasi ini, Kwarda Bali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pendidikan kepramukaan yang terstandar, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Gerakan Pramuka di Bali.
Pewarta: Ariek PW – Pusdatin Kwarda Bali




















