PRAMUKA.ID – Pimpinan Satuan Karya Pramuka (Saka) Kalpataru tingkat Daerah DKI Jakarta bersiap menggelar agenda besar pelestarian lingkungan di tahun 2026. Guna mematangkan persiapan tersebut, sebuah Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual via Zoom Meeting sukses dilaksanakan pada Jum’at (10/4/2026).
Tercatat, sebanyak 34 peserta yang terdiri dari jajaran Instruktur, Pamong, dan Dewan Saka Kalpataru se-DKI Jakarta turut berpartisipasi merumuskan konsep kegiatan dalam pertemuan ini.
Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Pimpinan Saka Kalpataru DKI Jakarta, Kak Susi Andriani. Sebelum masuk ke agenda utama, Kak Susi secara khusus memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota, Pamong, serta Instruktur atas dedikasi mereka dalam menyukseskan Karya Bakti Lebaran Tahun 2026.
Mengenai program Latihan Gabungan (Latgab), Kak Susi memaparkan bahwa kegiatan tahun ini akan dikemas berbeda dan lebih komprehensif. “Kita akan menyelenggarakan Latgab Saka Kalpataru DKI Jakarta sebanyak 6 kali, mulai April hingga September 2026. Sistem tuan rumah akan dilakukan secara bergilir, bertempat di wilayah Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Kota maupun Kabupaten se-DKI Jakarta,” terangnya.
Seri Perdana di Jakarta Selatan
Berdasarkan hasil koordinasi, seri pembuka Latgab dijadwalkan akan dihelat pada Sabtu, 18 April 2026, dengan mengambil lokasi di Sudin Lingkungan Hidup Kota Jakarta Selatan. Setiap Kwartir Cabang (Kwarcab) se-DKI Jakarta diharapkan dapat mengirimkan delegasi terbaiknya, yang terdiri dari 1 Sangga Putra dan 1 Sangga Putri.
Materi yang disiapkan akan berfokus pada pendekatan praktik dan analitis di lapangan, antara lain:
– Observasi Bank Sampah
– Wawancara Pegiat Lingkungan (khususnya pengelola Bank Sampah dan RW Proklim)
– Focus Group Discussion (FGD)
Dorong Aksi Nyata Melalui Rencana Tindak Lanjut
Latgab ini tidak sekadar menjadi ajang kumpul dan berlatih, melainkan menuntut aksi nyata dari para peserta. Pasca-kegiatan, peserta diwajibkan menyusun dan menjalankan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Rangkaian RTL tersebut meliputi analisis tata kelola Bank Sampah, pendampingan atau sosialisasi masyarakat, serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang melibatkan langsung para pegiat lingkungan setempat.
Demi kelancaran RTL di lapangan, Rakor ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sudin Lingkungan Hidup di tingkat Kota dan Kabupaten diharapkan dapat memfasilitasi koordinasi dengan Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup tingkat Kecamatan. Hal ini penting untuk memetakan lokasi dan menghubungkan peserta Pramuka dengan para penggerak Bank Sampah serta RW Proklim.
Dengan persiapan yang terstruktur ini, Pimpinan Saka Kalpataru DKI Jakarta menaruh harapan besar agar seluruh seri Latihan Gabungan di tahun 2026 dapat mencetak kader Pramuka yang peduli, cakap, dan membawa dampak positif bagi kelestarian lingkungan Jakarta.
Pewarta: Saka Kalpataru DKI Jakarta
Editor : PusdatinKN





















