PRAMUKA.ID – Giza – Gugusdepan Gerakan Pramuka KBRI Kairo menegaskan komitmennya dalam menyiapkan pembina Pramuka yang siap membina, baik di lingkungan Kairo maupun saat kembali ke Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Pandega Cakap Bina yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Racana Muhammad Abdullah Ali Al-Kharrasyi – Rahmah El-Yunusiyah Gugusdepan Gerakan Pramuka KBRI Kairo pada Sabtu (31/1) di Aula Sekolah Indonesia Cairo (SIC), Dokki.
Dalam kegiatan tersebut, Kak Iqbal Zulfikar Setyadi, S.Pd., Dipl. Ed., selaku pemateri utama Workshop Pandega Cakap Bina, menekankan pentingnya kesiapan orang dewasa dalam proses pembinaan Pramuka. Menurutnya, pembelajaran bagi orang dewasa harus berangkat dari kesadaran dan kebutuhan nyata.
“Orang dewasa tetap perlu belajar. Syaratnya sederhana: ada kemauan, dilakukan dengan rasa senang, memang dibutuhkan, dan jelas manfaatnya,” ujar Kak Iqbal.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan Pramuka harus berpijak pada Tri Pusat Pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat, sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ketiga elemen tersebut menjadi kerangka dasar dalam membentuk arah pembinaan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Kak Iqbal turut menegaskan pentingnya pemahaman terhadap landasan organisasi Gerakan Pramuka. Ia menyebut bahwa Pasal 1, 4, 5, 7, dan 8 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka merupakan fondasi fundamental yang harus dipahami oleh setiap pembina.
“Dari fondasi itulah arah pembinaan ditentukan,” ujarnya, sembari menegaskan pesan reflektif tentang kesadaran diri, “Cintai dirimu sebelum mencintai orang lain.”
Melalui kegiatan Pandega Cakap Bina, Racana Pandega KBRI Kairo berupaya memperkuat kesiapan konseptual dan sikap pembina Pramuka agar mampu menjalankan peran pembinaan secara adaptif dan relevan, baik dalam konteks kepramukaan di luar negeri maupun saat kembali mengabdi di tanah air.




















