PRAMUKA.ID – Cibubur – Gerakan Pramuka menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi nasional serta meningkatkan kiprah internasional. Hal ini disebutkan dalam Rapat Paripurna Andalan Nasional 2026 yang digelar di Cibubur, Jakarta pada 26-28 Januari 2026. Rapat ini menjadi forum untuk mengevaluasi capaian tahun 2025 sekaligus menetapkan arah program kerja tahun 2026 dan seterusnya.
Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, menyampaikan bahwa penguatan kemitraan menjadi kunci agar Gerakan Pramuka tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sarana prasarana, serta citra organisasi.
Pada bidang kerja sama dalam negeri, sepanjang 2025 Gerakan Pramuka mencatat sejumlah capaian penting, di antaranya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan berbagai lembaga strategis seperti Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Yayasan Tunas Bakti Nusantara, hingga Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Kerja sama tersebut mencakup bidang kebencanaan, pembinaan ideologi Pancasila, pendidikan demokrasi partisipatif, kegiatan sosial, serta penanggulangan krisis kesehatan.
Meski demikian, bidang KDN dan KLN juga mencatat adanya tantangan, salah satunya belum terlaksananya program tindak lanjut Workshop Kolaborasi dan Inovasi tahun 2024 akibat keterbatasan anggaran. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan perencanaan ke depan.
Memasuki tahun 2026, Bidang Kerja Sama Dalam Negeri menargetkan inisiasi dan pembaruan kerja sama dengan sejumlah instansi, antara lain Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Bank Mandiri, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, TNI Angkatan Laut, serta penguatan digitalisasi pendidikan melalui kemitraan dengan platform edukasi. Selain itu, akan dikembangkan sistem monitoring dan evaluasi kerja sama berbasis Logbook MoU Kwarnas yang dapat dipantau secara real time.
Sementara itu, pada Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Gerakan Pramuka mencatat 22 capaian program internasional sepanjang 2025, melibatkan lebih dari 3.600 penerima manfaat langsung. Kerja sama dengan World Organization of the Scout Movement (WOSM) menghasilkan dukungan program bernilai signifikan serta pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan.
Pada rapat paripurna ini juga ditegaskan lima pilar kerja sama luar negeri, meliputi kemitraan internasional, peran aktif kepemimpinan global, peningkatan partisipasi kegiatan internasional, pembinaan Gugusdepan di perwakilan RI luar negeri, serta kesiapan menjadi tuan rumah kegiatan kepramukaan regional dan internasional. Salah satu agenda penting ke depan adalah persiapan World Scout Jamboree ke-26 tahun 2027 di Gdansk, Polandia.





















