PRAMUKA.ID – Kota Tangerang – Revitalisasi Satuan Karya (Saka) Pramuka, membangun kompetensi siap hidup (ready for life) dan kemandirian generasi emas 2045 selaras dengan visi-misi pembangunan Kota Tangerang yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menegaskan itu saat membuka diskusi panel Strategis Revitalisasi Satuan Karya Pramuka Kota Tangerang yang digelar Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Tangerang sinergi dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tangerang, Jumat malam 28 November 2025.
Keterampilan yang dibina di dalam Saka Pramuka merupakan kecakapan masa depan yang sangat dibutuhkan remaja dan pemuda.
“Hal ini sejalan dengan visi Kota Tangerang ‘Terwujudnya Kota Tangerang yang Sejahtera, Berakhlakul Karimah dan Berdaya Saing’, khususnya misi untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dengan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas,” ujar Sachrudin di Gedung Pemuda, Jalan A Damyati, Kota Tangerang.
Ditegaskan Wali Kota Sachrudin, Pemkot Tangerang berkomitmen memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter, kepemimpinan, kreativitas serta pembinaan vokasional yang relevan dengan kebutuhan era global.
“Pramuka bukan lagi sekadar kegiatan rutin atau seremoni. Ini adalah wahana pendidikan yang membentuk karakter unggul, kemampuan berinovasi serta daya saing generasi muda. Dengan semangat Tri Satya dan Dasa Darma, Pramuka terus berkarya dan menjadikan Kota Tangerang sebagai rumah bagi generasi muda yang unggul dan berprestasi,” terang Sachrudin yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Tangerang, Kak Suli Rosadi dalam sambutannya mengemukakan Gerakan Pramuka harus mampu menjawab tantangan jaman dengan dibekali kewirausahaan dan pengetahuan kekinian.
Pada kesempatan itu, Kak Suli Rosadi yang jebolan Saka Bhayangkara angkatan IV bercerita, dirinya ketika menjalani pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang menulis skripsi mengenai Pramuka.
“Pada saat hendak penyusunan skripsi, Kak Thamrin (mantan Wali Kota Tangerang) bertanya, ‘Sul, udah bikin skripsi blom?’ Lalu saya bilang, ‘belom’. Kemudian kata Kak Thamrin, ‘bikin aja – Peranan Camat pada Gerakan Pramuka’,” tutur Kak Suli Rosadi.
Maka ketika sidang akhir, kata Kak Suli Rosadi, dirinya hanya sebentar, sekitar lima belas menit. Dirinya hanya ditanya soal Tri Satya dan Dasa Darma.
Kepala Dispora Kota Tangerang Kaonang menjelaskan kini Satuan Karya Pramuka mendapat tantangan baru yakni mengantarkan tunas-tunas bangsa dengan kompetensi dan keahlian yang hebat.
“Supaya Pramuka mampu menjawab tantangan jaman menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Kak Kaonang yang juga Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Tangerang.
Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Tangerang Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Kak Ujang Hendra Gunawan mengatakan revitalisasi Satuan Karya Pramuka ini harus mampu berbuat lebih baik sesuai yang diharapkan di era globalisasi.
“Pandangan saya adalah, Satuan Karya Pramuka harus berusaha mengoreksi bahwasanya apa yang membuat kita ini ketinggalan. Kenapa kita tidak bisa bersaing, kenapa kita tidak bisa memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar?” ujar Kak Ujang.
Dari hal itu, terang Kak Ujang Hendra Gunawan, dirinya mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, di antaranya penguatan mental dan keinginan yang kuat untuk berubah sehingga Satuan Karya Pramuka bisa bersaing dan memiliki kompetensi.
“Maka tantangan jaman ini bisa kita atasi dan kita akan kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat bahwasanya masuk Pramuka banyak keuntungannya seperti filsafat dari tunas kelapa,” papar Kak Ujang yang juga menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang.
Wakil Ketua Kwarcab Kota Tangerang Bidangi Satuan Karya Pramuka (Saka), Satuan Komunitas Pramuka (Sako) dan Gugus Darma Pramuka (Gudarma), Kak Aries Munandar mengatakan revitalisasi Satuan Karya Pramuka diperlukan supaya Saka ini menjadi alat berlatih untuk vokasi. Yang harus direvitalisasi di antaranya krida harus sesuai dengan minat dan vokasi Saka bersangkutan.
“Alhamdulillah kita punya rintisan-rintisan, mudah-mudahan kita bisa bikin menu yang baru, yang sesuai. 12 Saka di Kota Tangerang ini efektif tapi kurang revitalisasi karena belum sesuai dengan kebutuhan kerja job creation,” beber Kak Aries Munandar.



















