PRAMUKA.ID – Terinspirasi kehidupan nenek moyang kita sejak zaman dahulu kala yang tidak pernah melupakan api unggun disetiap malam. Umumnya dipakai sebagai tempat pertemuan-pertemuan dan menjauhkan binatang buas. Pertemuan-pertemuan tersebut diantaranya sebagai tempat bermusyawarah, menghakimi pelanggaran, memasak beras/makanan lainnya, bergembira dan sebagainya.
Melalui cara- cara yang dilakukan dalam berapi unggun tersebut, perlu dihidupkan dikalangan Pramuka. “Selain digunakan sebagai pengingat pada sejarah kehidupan nenek moyang juga dipakai sebagai alat pendidikan” terang kakak Yusran Yahya selaku andalan Kwarran Patimpeng yang hadir pada acara Api Unggun dalam rangka “Pramuka Masago” (Rabu, 26/02/2025)
Kegiatan yang digelar oleh Pramuka gugusdepan 17.015-17.016 dinamakan Perkemahan Rabu-Kamis SD 3/77 Masago yang disingkat Pramuka Masago. Kegiatan ini dimulai tanggal 26 sampai 27 Februari 2025 dan bertempat di Halaman SD Inpres 3/77 Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Tujuan api unggun ini, tidak lain untuk membina peserta didik agar timbul keberanian dan kepercayaan diri sendiri. Nilai pendidikan api unggun ialah mempererat persaudaraan, memupuk kerjasama/gotong royong, menambah rasa keberanian dan kepercayaan pada diri sendiri, mengembangkan bakat, membuat suasana kegembiraan dan kebebasan, serta memupuk disiplin bagi peserta didik.
Ketua Mabigus 17.015-17.016, kakak Andi Massaressung, SPd dalam arahannya saat Acara Ai unggun yang dirangkaikan Malam renungan berpesan agar para peserta Pramuka Penggalang lebih berbakti pada orangtua. Mereka telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan. Kita tidak akan pernah bisa membalas semua pengorbanan yang telah dilakukan oleh orangtua kita. Namun, kita dapat menunjukkan rasa terima kasih kita dengan cara mematuhi dan menghormati mereka. “Orangtua adalah teladan terbaik bagi kita. Kita harus selalu mengingat dan mematuhi nasihat-nasihat yang telah diberikan oleh orangtua kita. Nasihat-nasihat tersebut adalah hasil dari pengalaman dan kebijaksanaan mereka. Orangtua lah yang membantu kita untuk tumbuh dan berkembang menjadi orang yang lebih baik.” pesan kak Massaressung yang juga Kepala sekolah SD Inpres 3/77 Masago
Prosesi penyalaan api unggun ini didahului dengan pengucapan Dasa Darma Pramuka yang dilakukan satu per satu butir dasa dharma oleh peserta kegiatan Pramuka Masago. Pada acara api unggun ini lebih meriah lagi dengan pentas/penampilan yel-yel pramuka dan persembahan lagu dari beberapa regu peserta Pramuka Masago 2025. Walau jam menunjukkan dini hari, para peserta, pembina damping dan pembina gugusdepan yang berada di areal Perkemahan SD Inpres 3/77 Masago tampak antusias mengikuti acara hingga selesai. “Meskipun para peserta telah mengikuti berbagai kegiatan, materi indoor, praktek lapangan, dan sempat tertidur lelap lalu dibangunkan kembali oleh pembina damping, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka pada acara malam api unggun yang bergelora” terang Kakak Massaressung ditemui terpisah.
Sementara itu, Kakak Andi Irwan AR, SPd dan kakak Anna Mariana, SPd selaku pembina SD Inpres 3/77 Masago berharap semoga kegiatan ini dapat semakin memotivasi adik-adik pramuka penggalang untuk bersinergi dan menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter pemuda yang tangguh dan berpegang teguh pada Pancasila.
Pada acara api unggun ini, juga hadir andalan kwartir ranting Patimpeng, jajaran alumni penggalang SD Inpres 3/77 Masago, serta para pembina gugusdepan.
Api Unggun juga melambangkan semangat, keberanian, dan persahabatan yang telah terjalin sehingga acara ini menjadi sangat berkesan dan tidak terlupakan bagi peserta kegiatan Pramuka Masago 2025.
Pewarta: Yusran AY.NS (Kwarran Patimpeng, Sulsel)